Hati-Hati! 3 Kesalahan Fatal Interview Kerja Berikut Tidak akan Ditoleransi

Hati-hati! 3 Kesalahan Fatal Interview Kerja Berikut Tidak Akan Ditoleransi
Sumber: Nypost

Untuk bisa melewati interview kerja, ini memang membuat stres hampir semua kandidat karyawan. Ditambah lagi, sebagian besar kandidat gagal menggunakan proses yang konsisten untuk mempersiapkan diri. Untuk meningkatkan peluang dapat diterima kerja, Anda harus menghindari hal-hal yang tidak ditoleransi oleh pimpinan perusahaan karena hal tersebut menunjukan ketidakprofesionalan Anda. Dan berikut paparan lengkapnya.

Kesalahan saat Melakukan Interview Kerja

Gagal Melakukan Riset Tentang Perusahaan

Untuk bisa memberi kesan positif pada pewawancara, sudah sepantasnya Anda melakukan riset tentang perusahaan. Bila Anda baru lulus kuliah dan sedang mencoba masuk ke sebuah perusahaan, salah satu pendekatan riset yang dapat dilakukan adalah dengan memeriksa perkumpulan alumi untuk melihat apakah ada lulusan tempat Anda kuliah bekerja di perusahaan tersebut.

Bila Anda bertemu dengannya, mintalah saran. Bila sebelumnya Anda tidak memiliki koneksi, Anda dapat melakukan riset pengalaman dari orang yang pernah bekerja di perusahaan tersebut. Riset untuk langkah selanjutnya adalah dengan menemukan nama-nama orang yang akan mewawancarai Anda dan pelajari background mereka. Temukan berapa lama mereka bergabung di perusahaan dan kenapa perusahaan mempekerjakannya.

Baca Juga : Red Flag! Jangan Pernah Tanyakan Hal Berikut saat Melakukan Interview Kerja

Hanya Memberi Jawaban ‘Satu Kata’ untuk Pertanyaan yang Diajukan

Bagi pewawancara, interview kerja adalah proses untuk mengenal calon kandidat hingga dapat menaksir apakah Anda termasuk calon kandidat yang potensial untuk dipekerjakan atau tidak. Menurut pemikiran pewawancara, jika Anda diundang untuk melakukan interview, ia akan berpikir bila Anda cukup pantas untuk mengisi posisi lowong di perusahaan.

Dalam proses interview, pewawancara sedang mencari dan mempelajari bagaimana Anda merespon masalah yang ada, bagaimana Anda mengomunikasikannya dan apakah Anda cocok bekerja di perusahaan atau tidak. Namun, memberi jawaban satu kata untuk merespon pertanyaan wawancara, seperti, ‘Tidak’, ‘Iya, dan lainnya dapat memberi gambaran tentang proses Anda berpikir dan membuat keputusan. Yang lebih buruk lagi adalah memberikan jawaban pendek dianggap sebagai perilaku yang kasar.

Sebagai gantinya, gunakan struktur kalimat lengkap ketika menjawab pertanyaan wawancara untuk menunjukan skill dan pengetahuan Anda. Sebagai contoh, gunakan masalah, lakukan pendekatan dan ungkapkan hasilnya. Jika Anda ditanya tentang pendekatan yang Anda ambil untuk mengatasi masalah IT pada pelanggan, Anda dapat menjawabnya dengan struktur seperti:

  • Masalah: Saya pernah menghadapi masalah pelanggan perusahaan yang tidak dapat melakukan panggilan telepon karena teknologi VOIP offline.
  • Pendekatan: pendekatan yang saya lakukan untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan memeriksa daftar standar perusahaan karena hal ini dapat menyelesaikan 80 persen masalah. Selanjutnya saya minta untuk berbicara dengan departemen IT dari pelanggan. Selama langkah tersebut, kami kemudian mengidentifikasi masalah dan mendapatkan solusi dalam rentang waktu kurang-lebih 1 jam.
  • Hasil: Keputusan saya untuk melampaui checklist berarti masalah tersebut dapat diselesaikan kurang dari 24 jam. Mengimplementasikan sebuah solusi dengan cara ini bisa dengan cepat mendapat email terimakasih dari salah satu eksekutif dan pelanggan.

Gagal Memberi Pertanyaan Berkualitas pada Pewawancara

Menunjukan ketertarikan terhadap pekerjaan dan perusahaan penting dilakukan untuk bisa menerima tawaran pekerjaan, khususnya di sebuah perusahaan kecil ketika Anda mungkin akan diwawancarai langsung oleh CEO atau pendiri perusahaan. Menunjukan ketertarikan dapat dilakukan dengan pendekatan memberi beberapa pertanyaan berkualitas pada pewawancara. Dan berikut adalah panduan tentang apa yang dapat Anda tanyakan dan tidak boleh Anda tanyakan.

Yang dapat Anda tanyakan meliputi:

  • Seperti apa kesuksesan diukur dalam peran kerja sebagai seorang data entry?
  • Apakah ada jenjang karir dalam departemen HRD secara keseluruhan?
  • Target apa yang ingin Anda dapat dalam minggu pertama bila saya diterima bekerja?

Jangan tanyakan hal berikut:

Hindari mengajukan pertanyaan tentang tunjangan kerja, waktu cuti, bonus dan lainnya saat interview kerja. Bila diperlukan, Anda dapat mendiskusikannya selama negosiasi gaji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here