Hati-Hati, Kesalahan Fatal Wawancara Kerja Ini Harus Kamu Hindari!

Kesalahan fatal saat wawancara sering kali dilakukan pelamar kerja. Entah itu terlambat atau kurang siap menjawab pertanyaan rekruter. Sebenarnya beberapa kesalahan tersebut bisa dihindari asalkan sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Berikut ini ada jenis kesalahan paling fatal saat wawancara yang paling sering dilakukan. Kamu wajib menghindari hal-hal ini kalau ingin sukses menarik hati rekruter. Simak baik-baik ya!

Terlambat Wawancara

Kesalahan fatal saat wawancara ini sudah paling umum terjadi. Di masa pandemi, wawancara kerja sudah banyak dialihkan ke daring daripada tatap langsung. Namun, tetap saja ini bukan menjadi alasan bisa lebih bersantai, apalagi terlambat.

Menghadiri wawancara tepat waktu merupakan salah satu tanda dari kesungguhan mengikuti proses rekrutmen. Selain itu, orang yang menghargai waktu jelas lebih diapresiasi oleh rekruter. Jangan rusak kualitas dirimu di awal wawancara dengan datang terlambat.

Tidak Menggali Profil Perusahaan

Banyak sekali pelamar kerja terjebak pada kesalahan fatal kala wawancara yang ini. Kebiasaan asal melamar pekerjaan tanpa mengenal perusahaan dapat berakibat buruk. Minimnya pengetahuan atau informasi tentang perusahaan mampu merusak proses wawancara.

Rekruter biasanya menguji seberapa jauh pelamar kerja mengenal perusahaan yang dilamar. Oleh sebab itu, penting sekali bagi kamu melakukan riset kecil-kecilan mengenai hal tersebut. Misalnya, bidang usaha perusahaan, produk perusahaan, atau pun visi serta misinya.

Baca Juga: Harus Dihindari, Faktor Ini Bisa Menyabotase Kesempatan Interview Anda

Memberi Komentar Negatif pada Pekerjaan Lama

Hindari terbawa perasaan saat melakukan wawancara. Andaikan kamu sudah pernah bekerja di perusahaan lain, jangan bawa-bawa komentar negatif di depan rekruter. Sayangnya, tidak jarang banyak juga pelamar kerja yang tersandung di bagian ini.

Kesalahan fatal ketika wawancara ini akan memberikan kesan buruk di mata rekruter. Meski kamu punya banyak pengalaman kurang mengenakkan di tempat lama, setidaknya simpanlah untuk dirimu sendiri saja.

Sebaiknya, ceritakan saja hal-hal yang sudah pernah kamu kerjakan di kantor lama untuk memberi gambaran pada rekruter tentang pengalaman dan cara kerjamu.

Tidak Menyiapkan Pertanyaan

Di akhir sesi wawancara, biasanya rekruter akan memberikan kesempatan bagi pelamar kerja untuk bertanya. Jadi, manfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk menggali segala info tentang perusahaan. Misalnya, budaya kerjanya bagaimana, fasilitas dan benefit yang diberikan apa saja, hingga prospek karier yang ditawarkan.

Jangan lupa menyipakan pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh-jauh hari sebelum wawancara. Kamu tidak boleh hanya berdiam diri saat diberi kesempatan bertanya. Jawaban dari pertanyaan yang kamu ajukan dapat menjadi bahan pertimbangan apakah kamu cocok dengan perusahaan tersebut atau tidak.

Hindari melakukan kesalahan fatal saat wawancara di atas. Persiapkan dirimu sebaik mungkin sebelum berhadapan dengan rekruter. Tidak ada salahnya juga kalau mau berlatih tanya jawab sebelum wawancara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here