Sudah Siapkah Anda Interview di Bidang Teknologi? Hindari Kesalahan Ini

Interview pekerjaan di bidang teknologi cukup menantang. Tak ayal, banyak kandidat pekerja yang melakukan kesalahan dan gugur di proses perekrutan. Untuk itu, kandidat harus mempelajari pertanyaan interview teknis IT agar tak kewalahan menjawab pertanyaan.

Di hadapan rekruter, Anda pun harus menghindari kesalahan-kesalahan umum yang terjadi ketika melakukan interview di bidang teknologi berikut ini.

Terlalu Banyak Memberi Detail Jawaban Pertanyaan

Dalam beberapa kasus di proses interview bidang teknologi, manajer perekrut yang mewawancarai prospek untuk posisi IT atau teknologi bukanlah anggota yang ada dalam departemen. Oleh karena itu, jawaban yang mencakup banyak jargon teknis atau informasi kompleks dapat membuat frustasi, dan bukannya memberi kesan positif.

Cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memberikan jawaban singkat, namun tetap menunjukkan kedalaman pengetahuan. Cermati tiap pertanyaan. Apa yang dicari oleh pewawancara? Berikan jawaban yang mengenai sasaran, jangan melebar pada hal teknis yang memerlukan waktu untuk menjelaskannya.

Jangan Ragu Mengajukan Pertanyaan

Posisi IT sangat teknis sehingga Anda ingin mengetahui spesifikasi parameter pekerjaan sebelum menerima tawaran. Perlakukanlah interview di bidang teknologi ini sebagai percakapan take-and-give. Jawablah semua pertanyaan interview, tetapi jangan takut untuk menyuarakan pertanyaan Anda sendiri.

Anda tidak hanya akan mendapatkan informasi berharga dari strategi ini, tetapi juga akan merasa terlibat dan berkepribadian pada manajer perekrut. Oleh karena itu, ajukanlah pertanyaan tentang kultur perusahaan dan peran spesifik yang Anda mainkan, serta pertanyaan tentang sisi teknis.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ya! Ini Pentingnya Tersenyum saat Interview Kerja

Gagal Merinci Kemampuan

Banyak pakar pencarian kerja merekomendasikan pendekatan, ESR atau Example, Spesific, Result untuk jawaban interview, yaitu, memberi sebuah contoh, kutip sesuatu yang spesifik dan hasil yang detail.

Poin terakhir ini seringkali diabaikan saat melakukan interview di bidang teknologi. Anda merasa gugup sehingga lalai untuk merinci kemampuan Anda yang menjadi poin “jualan” Anda. Mengutip angka dan statistik akan membantu Anda terlihat menonjol.

Jangan Mengklaim Kompetensi yang Setengah-setengah

Bila Anda tidak up-to-date dengan analisis Big Data atau belum menguasai SEM atau Search Engine Marketing, jangan mengklaim kemampuan tersebut. Apa yang akan terjadi bila calon bos bertanya untuk mendemonstrasikan atau menanyakan tentang pengalaman Anda secara spesifik?

Jangan juga mengklaim memiliki kompetensi tertentu bila Anda hanya memiliki pemahaman dasar tentang cara kerjanya. Membuat atau melebih-lebihkan skill hanya akan mengganggu pewawancara. Plus, manajer menghargai kejujuran Anda daripada harus berbohong.

Gagal Menyebutkan Aplikasi yang Spefisik

Pewawancara tidak hanya ingin mengetahui skill teknologi Anda. Ketika Anda berlatih di depan cermin, pikirkanlah tentang aplikasi spesifik untuk bisnis perusahaan. Bagaimana kecakapan Anda dalam HTML 5 dan CSS Anda akan secara langsung bermanfaat bagi bisnis? Bagaimana Anda bisa menggunakan pengetahuan PHP untuk meningkatkan pendapatan atau meningkatkan customer support?

Tidak Memiliki Kemampuan Komunikasi

Karyawan IT tidak hanya jago komputer, melainkan juga bagian dari tim dan memiliki skill yang tak ada hubungannya dengan teknologi. Skill lain yang mungkin menarik bagi pewawancara adalah komunikasi, manajemen waktu, penyelesaian masalah, organisasi, dan interpersonal.

Pasalnya, kemampuan tersebut juga diperlukan saat berinteraksi dengan orang lain, baik klien, bos, atau rekan kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here