Hati-hati, Ini 5 Kesalahan Bisnis yang Dilakukan Founder

Semua orang bisa mendirikan perusahaan, tapi tidak semua orang bisa bertahan dalam waktu yang lama. Ada banyak pendiri bisnis harus rela kehilangan perusahaan barunya dalam waktu sekejap saja karena kesalahan bisnis mendasar yang dilakukan.

Kegagalan memang guru terbaik di dunia nyata, tapi jangan sampai kamu melakukan kesalahan klasik yang tak seharusnya terjadi. Atau, biasa disebut avoidable mistakes.

Ironisnya, avoidable mistakes masih dialami banyak pendiri bisnis startup. Berikut ini ada beberapa kesalahan founder yang membunuh perusahaannya sendiri:

Menyerah Terlalu Dini

Seorang pendiri perusahaan yang mampu mencapai titik kesuksesan sudah pasti pernah mengalami kemerosotan mental, tapi mampu bertahan. Ibaratnya seorang nakhoda hebat tidak mencari alasan untuk meninggalkan kapalnya saat badai.

Founder yang hebat melakukan segalanya untuk menjaga perusahaan tetap bertahan. Menyerah terlalu dini menunjukkan mental kamu yang kurang mumpuni sebagai pebisnis.

Membawa Solusi Tanpa Masalah

Ada banyak perusahaan baru yang gulung tikar karena tidak diterima dengan baik oleh target pasar. Ini jelas sekali disebabkan oleh ide cemerlang yang tidak dimulai dari sebuah masalah. Startup cenderung menentukan ide karena keren, belum pernah ada, unik, dan yakin akan laku meskipun bukan solusi dari masalah tertentu. 

Baca Juga: Mengenal Ragam Penyebab Kegagalan Startup, Jangan Terulang!

Bila kamu melakukan hal yang sama, berhati-hatilah perusahaan kamu tak akan bertahan lama.

Merekrut Teman, Bukan Expert

Masalah lain yang dilakukan pendiri bisnis adalah merekrut tim bukan berdasarkan kecakapan. Ada banyak perusahaan yang tumbang karena tidak ada tenaga ahli di dalamnya. Ini dikarenakan semua anggota timnya adalah teman-teman dekat yang dipilih bukan karena skill. Kenyataannya teman tidak bisa benar-benar saling bekerja satu sama lain, dan ini berbahaya.

Mengabaikan Pengujian

Sebuah perusahaan baru seperti sebuah kertas kosong yang masih harus harus diisi oleh berbagai perspektif bisnis. Namun, tak sedikit perusahaan baru yang mengabaikan pengujian dalam strategi bisnisnya dan terlalu percaya diri dengan produk yang di lempar ke pasaran tanpa ada latar belakang yang kuat.

Selain itu, perusahaan baru juga memandang produk yang diluncurkan dari satu sisi saja, sehingga target pasar tidak benar-benar menerima produk tersebut dengan baik.

Menganggap Pertumbuhan Akan Terjadi Secara Alami

Startup, seperti halnya remaja, tumbuh dengan cepat. Suatu hari, semuanya normal, hari berikutnya bisnis perlu menggandakan stafnya untuk memenuhi permintaan. 

Beberapa perusahaan mengalami kegagalan karena menghabiskan modal untuk overhead yang tidak perlu. Maksud hati ingin memproyeksikan pertumbuhan dan rencana bisnis masa depan, tapi pada akhirnya ini malah menghancurkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here