Beberapa Kesalahan Rekrutmen Karyawan Ini Hampir Tidak Disadari Perusahaan

11
kesalahan rekrutmen karyawan
Sumber : Indian Express

Proses rekrutmen karyawan memang sepenuhnya menjadi hak perusahaan. Segala keputusan mutlak ada di tangan perusahaan dalam menentukan karyawan barunya. Namun sebenarnya, masih banyak kesalahan rekrutmen karyawan yang tidak disadari perusahaan.

Mulai sekarang, sebaiknya tim Human Resource Development (HRD) lebih teliti melakukan proses rekrutmen.

Jangan Sampai Perusahaan Anda Melakukan Kesalahan Rekrutmen Karyawan Ini Berulang Kali

Overselling saat Menetapkan Job Desk

Sumber : Career Addict

Banyak perusahaan yang overselling saat menetapkan job desk bagi karyawan baru. Tujuannya tentu saja agar lowongan pekerjaan terlihat lebih menarik dan menggugah keingintahuan para pelamar kerja. Sayangnya, kesalahan rekrutmen karyawan yang satu ini malah bisa menimbulkan ekspektasi berlebihan. Tim HRD harus memberikan penjelasan jujur mengenai bidang pekerjaan yang akan ditangani karyawan baru. Jangan sampai turnover karyawan jadi tinggi hanya karena overselling dalam lowongan pekerjaan.

Baca Juga: Ini Sebenarnya 3 Kekurangan Wawancara Kerja sebagai Alat Utama Rekrutmen

Terlalu Mengandalkan Teknologi

Sumber : Free PIK

Ketersediaan teknologi canggih memang mempermudah proses pekerjaan, termasuk urusan rekrutmen karyawan. Namun, bukan berarti Anda harus selalu mengandalkan teknologi dalam proses rekrutmen. Alangkah lebih baik jika tim HRD punya kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan calon karyawan. Karena kesan yang ditimbulkan dalam komunikasi tak langsung pasti berbeda jika Anda sudah berinteraksi secara tatap muka. Perusahaan tentu tak mau kan merekrut karyawan yang ternyata kualifikasinya tidak sesuai kebutuhan.

Tidak Menetapkan Tenggat Waktu yang Jelas

Sumber : Bandung Design

Demi alasan profesionalitas, tenggat waktu yang jelas dalam proses perekrutan menjadi hal yang sangat penting. Anda dan rekan kerja lainnya bisa memberikan informasi tenggat waktu kepada para pelamar, misalnya,

“Pelamar kerja dianggap gugur jika tidak dihubungi perusahaan maksimal 1 minggu setelah wawancara berlangsung.”

Dengan demikian, pelamar kerja bisa memperoleh kepastian mengenai urusan pekerjaannya. Anda pun bisa lebih fokus memproses kandidat karyawan yang lolos tanpa harus repot menjawab pertanyaan dari pelamar kerja lainnya.

Lupa Melakukan Follow Up terhadap Kandidat Berkualitas

Sumber : Servpac

Salah satu kesalahan rekrutmen karyawan yang paling sering dilakukan adalah lupa mem-follow up kandidat karyawan berkualitas. Sering kali perusahaan terpaksa melepas kandidat yang berkualitas karena ada ketidakcocokan tertentu. Namun, bukan berarti kandidat tersebut sudah tidak punya kesempatan lagi. Jika Anda tekun melakukan follow up dengan kandidat berkualitas, niscaya Anda tak akan kesulitan ketika nanti membuka lowongan kerja baru. Simpanlah database tentang kandidat karyawan berkualitas supaya bisa dihubungi lagi di lain kesempatan.

Kalau Anda adalah bagian tim HRD yang bisa mengatasi keempat kesalahan tersebut, niscaya proses rekrutmen karyawan akan berlangsung lebih efektif. Mendapatkan karyawan baru yang berkualitas tak akan sulit lagi jika Anda sudah menguasai triknya.

Beri komentar Anda tentang artikel ini