Penyandang Disabilitas Kerja di Generali Indonesia? Mungkin Banget!

Generali Indonesia memiliki 1.6 persen karyawan disabilitas dari total karyawannya. (FOTO: Job-Like Magazine/Mega.Fransisca)

Dari sekitar total 300 karyawan, sebanyak 1,6 persen di antaranya adalah penyandang disabilitas yang kerja di Generali Indonesia. Jumlah prosentase ini telah memenuhi peraturan pemerintah mengenai kesetaraan hak kerja bagi penyandang disabilitas yang diatur dalam UU Disabilitas No. 8 Tahun 2016.

Pada pasal 53 mengatur pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD wajib mempekerjakan karyawan disabilitas setidaknya 2 persen dari total karyawannya. Sementara, untuk perusahaan swasta diatur setidaknya 1 persen dari jumlah karyawannya adalah karyawan disabilitas.

Peraturan ini dikeluarkan untuk menjamin kesetaraan hak bekerja bagi para penyandang disabilitas. Pasalnya, tercatat ada 24 juta rakyat Indonesia yang memiliki kekurangan fisik dan mental, dan sebanyak 11 juta di antaranya merupakan mereka yang berusia kerja. 

Untuk memenuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, Generali Indonesia membuka pintu kesempatan yang sama untuk kerja di Generali Indonesia bagi karyawan yang menyandang kekurangan fisik. Sejauh ini, penyandang disabilitas pendengaran dan bicara telah kerja di Generali Indonesia.

Agus Ismail, Human Capital Deputy Head, menjelaskan penyandang disabilitas memiliki kesempatan bekerja di semua sektor industri yang dimiliki Generali Indonesia. Asal, kualifikasi yang mereka miliki sesuai dengan lowongan pekerjaan yang tengah dibuka perusahaan asuransi internasional ini. Untuk proses perekrutannya sendiri Generali Indonesia menggandeng PT DKI (Disabilitas Kerja Indonesia).

“Pada dasarnya mereka bisa melamar untuk semua posisi kosong. Kesempatan terbuka untuk setiap orang yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan. Proses perekrutan karyawan disabilitas ditentukan berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Proses perekrutan dan seleksi awal dilakukan oleh PT. DKI, lalu interview akhir dilakukan oleh Generali,” bilang Agus. 

Generali Indonesia Usung Value “Live the Community”

Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transjakarta di kantor Generali Indonesia. (FOTO: Job-Like Magazine/Mega.Fransisca)

Kerjasama perekrutan karyawan disabilitas dilakukan Generali Indonesia bersama PT. DKI sejak tahun 2019. Selain menerapkan peraturan yang dicanangkan pemerintah, pemberian kesempatan kerja bagi karyawan disabilitas juga selaras dengan value yang diusung Generali Indonesia, yaitu Live the Community.

Baca Juga: Seberapa Agile & Inovatif Kerja di Generali dengan Konsep ABCD?

Artinya, Generali Indonesia hadir untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dengan berbagai upaya. Value ini juga ditunjukkan Generali Indonesia melalui kerjasamanya dengan PT. DKI yang menggandeng PT. Transportasi Jakarta untuk memberikan TJ Card yang gratis biaya kepada penyandang disabilitas, pada Selasa (21/1).

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2016, beberapa masyarakat tertentu memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan Transjakarta dan bus gratis. Salah satunya, penyandang disabilitas. Oleh karena itu, Generali Indonesia mendukung proses sosialisasi dan pelayanan TJ Card, seperti yang telah diadakan di kantor Generali Indonesia.

Puluhan penyandang disabilitas hadir di kantor Generali Indonesia, di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, untuk melakukan pendaftaran kepemilikan TJ Card . Menurut Achmad Sa’dun Hakim, Kepala Departemen Pengembangan Pelayanan Transjakarta, sejauh ini terdapat lebih dari 4.580 penyandang disabilitas yang terdaftar untuk mendapatkan TJ Card .

Persyaratan untuk mendapatkan TJ Card bagi penyandang disabilitas terbilang mudah. Yaitu, kelengkapan fotokopi reka medis/surat keterangan sekolah/yayasan, fotokopi KTP/KIA (nasional), fotokopi kartu keluarga, dan pas foto ukuran 3×4 sebanyak dua lembar. Setelah pendaftaran, penyandang disabilitas akan mendapatkan resi.

Namun, resi ini bersifat sementara untuk ditukarkan dengan TJ Card . Resi bisa digunakan untuk bertransportasi, namun hanya berlaku untuk bus Transjakarta yang beroperasi di 13 koridor BRT (halte yang terletak di bagian tengah jalan). Sementara itu, TJ Card berlaku untuk 13 koridor BRT, rute angkot Jak Lingko, dan bus NonBRT yang memiliki mesin Tap On Bus (TOB). 

Dalam sosialisasi TJ Card di kantor Generali Indonesia, juga diinformasikan bahwa TJ Card ini hanya berlaku selama setahun. Setelah itu, pemilik kartu wajib melakukan perpanjangan layanan di kantor Transjakarta atau Bank DKI di Walikota Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Balaikota.

Apply Now!

1 COMMENT

  1. I’ve been surfing on the web more than 3 hours today, yet I never found any stunning article like yours. It’s alluringly worth for me. As I would see it, if all web proprietors and bloggers made puzzling substance as you did, the net will be in a general sense more beneficial than at whatever point in late memory.keep sharing post.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here