[Story] Ridho Nurul Adityawan: Sosok di Balik Kesuksesan Ayam Gepuk Pak Gembus

ayam gepuk Pak Gembus
Sumber : Opti Daily

Siapa sih yang tak kenal dengan Ayam Gepuk Pak Gembus?

Waralaba ayam bercita rasa tradisional ini memang sangat populer. Anda pun bisa menemukannya dengan mudah di berbagai tempat. Karena Ayam Gepuk Pak Gembus memang sudah punya ratusan cabang waralaba di seluruh Indonesia. Terhitung hingga pertengahan 2017, jangkauannya sudah mencapai Asia Tenggara dengan total lebih dari 450 cabang waralaba.

Kesuksesan Ayam Gepuk Pak Gembus tentu tak lepas dari kegigihan sang pendiri, Ridho Nurul Adityawan.

Mari mengenal sosok pebisnis sukses asli Indonesia tersebut lebih dekat lagi.

Awalnya Adalah Seorang Karyawan

Sumber : Media Indonesia

Pria kelahiran Magelang, 29 Januari 1988 tersebut merupakan lulusan D3 Politeknik Universitas Diponegoro Semarang. Ridho sempat bekerja sebagai staf di beberapa perusahaan sebelum menekuni bisnis kuliner. Kala itu, upah minimum yang diterimanya hanya 2,8 juta rupiah. Namun hal tersebut tetap dilakoni Ridho. Karena ia bertekad mengumpulkan modal bisnis.

Baca Juga: [Story] Wisnu Subekti: Mendukung Kecerdasan Anak Bangsa Lewat Zenius

Nama Pak Gembus sendiri berasal dari panggilan Ridho semasa kecil. Saat merintis bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus, Ridho memulainya dari warung tenda kecil di kawasan kaki lima. Kebutuhan modal sebesar 23 juta rupiah sempat membuat Ridho kewalahan. Perjalanan bisnisnya tidak langsung mulus dan menghasilkan keuntungan besar.

Di awal usaha, warungnya hanya mampu menghabiskan kurang dari tiga ekor ayam setiap hari. Namun, kegigihannya mempertahankan Ayam Gepuk Pak Gembus ternyata berbuah manis. Omset penjualannya terus meningkat. Bahkan ada seorang kenalan yang menawarkan kerja sama untuk merintis bisnis waralaba.

Kesempatan Emas Berawal dari Kerja Sama

Sumber : Zomato

Ridho merupakan pebisnis yang masih awam dengan konsep waralaba. Namun, hal tersebut tak menyurutkan niatnya untuk memajukan bisnis. Berbekal hasil browsing, Ridho pun mengajukan proposal kerja sama kepada kenalannya. Tak disangka, kerja sama tersebut kini membuahkan hasil yang gemilang.

Di awal perkembangan waralaba, kantor Ridho masih menjadi satu bagian dengan dapur pusat di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Seiring dengan terbentuknya PT. Yellow Food Indonesia, kantor pun memiliki bagian tersendiri yang terpisah dari dapur pusat. Ayam Gepuk Pak Gembus berhasil menjadi salah satu fenomena menarik di dunia kuliner. Kelezatannya membuat banyak orang rela antri dalam waktu lama demi menikmati seporsi hidangan ayam sambal bawang yang super pedas.

Kalau dahulu warungnya kesulitan menjual tiga ekor ayam per hari, kini setiap harinya masing-masing cabang waralaba bisa menghabiskan rata-rata 110 ekor ayam. Belasan ton ayam ludes terjual dari seluruh waralaba Ayam Gepuk Pak Gembus. Hal tersebut membuktikan bahwa inovasi dan konsistensi adalah kunci kesuksesan dalam berbisnis. Jika Ridho Nurul Adityawan bisa melakukannya, berarti Anda juga bisa.

Beri komentar Anda tentang artikel ini