Etika Menolak Pekerjaan yang Sebaiknya Kamu Perhatikan dan Pahami

Tidak banyak pelamar kerja juga paham akan etika menolak pekerjaan. Upaya untuk mendapatkan pekerjaan memang butuh banyak kerja keras, salah satunya adalah dengan melamar ke berbagai perusahaan. Namun, ada kalanya tawaran pekerjaan yang diterima ternyata tidak sesuai dengan keinginan pelamar kerja.

Kalau sudah begini, apa yang sebaiknya dilakukan pelamar kerja? Menolaknya dengan halus atau mengabaikan tawaran kerja tersebut? Simak beberapa etika menolak pekerjaan berikut ini.

Pelamar Kerja Berhak Menolak Tawaran Pekerjaan

Hal pertama yang harus dipahami adalah pelamar kerja boleh tidak menerima tawaran yang diberikan perusahaan. Andai ada keberatan dan tidak menemukan kesepakatan proses negosiasi, maka pelamar kerja berhak menolaknya. Jadi, pelamar kerja tidak bisa dipaksakan menerima penawaran dari perusahaan.

Sayang, beberapa pelamar kerja juga kadang nekad menerima pekerjaan yang jelas-jelas kurang berkenan. Faktor pemicunya tentu saja soal kebutuhan untuk lekas bekerja. Padahal, memaksakan diri bekerja di tempat yang kurang nyaman pun sebenarnya tidak baik untuk karier di masa depan.

Pastikan Memahami Isi Kontrak Kerja

Etika pertama dalam menolak pekerjaan adalah tidak mudah terbawa suasana atau emosi. Pelamar kerja wajib memahami keseluruhan isi kontrak sebelum mengucapkan penolakan. Jika ada hal-hal yang kurang dimengerti sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu ke rekruter hingga benar-benar jelas.

Jangan sampai penolakan yang diberikan pada perusahaan hanya berdasarkan asumsi dari beberapa isi kontrak yang tidak sesuai. Pastikan poin-poin yang mengganjal dikonfirmasi dulu ke rekruter agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Baca Juga: Pentingnya Peran Pekerjaan Pertama dalam Membentuk Kepribadianmu

Ucapkan Terima Kasih Saat Menolak

Perhatikan etika menolak pekerjaan dengan tidak lupa mengucapkan terima kasih. Andai pelamar kerja benar-benar yakin menolak penawaran yang diberikan, jangan lupa tetap jaga hubungan baik dengan rekruter. Setidaknya beri ucapan terima kasih karena sudah diberi kesempatan ikut proses rekrutmen.

Ingat, perusahaan datang dengan niat baik memberikan kesempatan untuk bekerja. Penolakan yang sopan tentu menjadi salah satu cara untuk membalas niat baik perusahaan. Tidak perlu banyak mengkritik perusahaan perihal isi kontrak yang dinilai tidak sesuai atau memberatkan pelamar kerja.

Berikan Alasan Jujur

Demi tetap berada di etika menolak pekerjaan yang baik, jangan ragu kemukakan alasan penolakan tersebut. Jelaskan di bagian mana pelamar kerja kurang bisa menerima penawaran yang diberikan. Tidak perlu berusaha menutup-nutupi dengan kebohongan kecil.

Alasan dari pelamar kerja akan menjadi masukan yang baik bagi perusahaan kerja. Tunjukkan bahwa penolakan ini terjadi karena ketidaksepakatan atau perbedaan pandangan atau prinsip saja. Bukan karena citra perusahaan yang dinilai kurang baik.

Tidak ada yang salah dengan menolak pekerjaan, tapi perhatikan etika mengkomunikasikannya. Mengabaikan penawaran kerja tanpa konfirmasi ke perusahaan jelas bukan pilihan yang bijak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here