Keuangan Keluarga dalam Bahaya? Waspadai “Alarm” Berikut Ini!

Keuangan keluarga bisa dalam bahaya di tengah kondisi resesi ekonomi karena pandemi. Namun, bukan berarti keluarga harus peduli soal keuangan hanya karena sedang krisis. Mengevaluasi kondisi keuangan keluarga secara rutin tetap saja wajib dilakukan.

Berikut beberapa “alarm” jelas yang menandakan bahwa keuangan keluarga dalam bahaya. Jangan sampai keuangan rumah tanggamu memiliki salah satu tanda di antaranya.

Tidak Memiliki Dana Darurat

Memiliki dana darurat menjadi parameter keuangan keluarga sehat atau tidak. Pasalnya, dana darurat merupakan sumber dana cadangan di situasi krisis. Misalnya, kecelakaan, pemutusan hubungan kerja, dan lain-lain.

Tanpa adanya dana darurat, bisa dipastikan kondisi keuangan keluarga sedang dalam bahaya. Terlebih saat pandemi dan ancaman resesi ekonomi seperti sekarang. Selagi masih mendapat penghasilan bulanan, ada baiknya mencicil ketersediaan dana darurat sampai 12 kali pengeluaran bulanan.

Gaji Habis sebelum Akhir Bulan

Idealnya, gaji bulanan sanggup memenuhi kebutuhan rumah tangga sampai akhir bulan. Mulai dari pembelian kebutuhan sehari-hari, membayar tagihan bulanan, hingga melunasi cicilan. Jika gaji bulanan habis sebelum waktunya, bisa dipastikan keuangan keluarga agak berantakan.

Bukan hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, gaji bulanan juga harus dialokasikan untuk tabungan dan investasi. Apa jadinya kalau gaji selalu habis dalam sekejap hanya karena sulit mengontrol gaya hidup yang tinggi?

Hanya Mampu Membayar Cicilan Minimum Kartu Kredit

Salah satu sumber utang terbesar dalam rumah tangga sepertinya adalah cicilan kartu kredit. Ketidakmampuan mengendalikan diri dalam berbelanja dapat menjadi jerat bahaya bagi keluarga. Terutama bagi keluarga yang gemar menggunakan kartu kredit.

Keuangan keluarga bisa dalam bahaya jika tiap bulan hanya mampu membayar cicilan minimum dari kartu kredit. Penggunaan kartu kredit yang besar ternyata tidak bisa diimbangi dengan pelunasan cicilannya. Bahaya banget kan?

Baca Juga: Tips Mudah Mengelola Keuangan untuk Pasangan Muda

Hidup Diliputi Banyak Utang Tak Henti

Alih-alih menabung, ada kalanya gaji bulanan justru habis untuk membayar segala macam utang. Lepas dari utang pertama, kemudian terjerat dengan utang lainnya. Istilahnya, hidup hanya untuk gali lobang dan tutup lobang terus-menerus.

Terlalu banyak utang jelas menggerus perekonomian rumah tangga. Menabung dan investasi pun menjadi hal yang sangat sukar dilakukan.

Penghasilan Menurun Drastis

Terakhir, keuangan keluarga dalam bahaya manakala penghasilan menurun. Hal ini bisa saja terjadi pada suami maupun istri, bahkan tidak menutup kemungkinan keduanya. Di saat biaya untuk hidup masih sama, menurunnya penghasilan agak sulit untuk memenuhi kebutuhan bulanan.

Keuangan rumah tangga bisa jadi mulai goyah karena alasan ini. Itu sebabnya butuh evaluasi ulang mengenai pengeluaran bulanan agar bisa mengurangi pos-pos kurang penting. Ingat, gaya hidup haruslah menyesuaikan pendapatan, bukan sebaliknya.

Semoga di masa pandemi ini keuangan keluargamu tetap sehat. Jangan sampai “alarm” tadi terus-menerus terjadi tanpa ada perbaikan ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here