Bekerja dengan Bahagia Menguntungkan Perusahaan, Fakta atau Mitos?

“Apakah kamu bahagia? Seberapa jauh kamu bahagia?” tanya Widdyo Kusyanuarto, Scrum Master XL Axiata. Pertanyaan ini membuka sesi Widdyo menjelaskan pentingnya arti bekerja dengan bahagia dalam webinar yang diadakan Agile Circles Indonesia dan The Corporate Startup, serta didukung oleh Job-Like.com. 

Widdyo menegaskan bahwa karyawan yang bahagia akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Ketika karyawan bekerja dengan bahagia, situasi ini akan mendorong produktivitas kerja. Efeknya jelas, perusahaan pun akan semakin sehat berkat performa kerja positif para karyawannya, baik secara keuangan maupun lingkungan kerja. 

Tapi, apa alasannya bekerja dengan bahagia bisa meningkatkan produktivitas kerja? Widdyo membeberkan fakta dari beberapa riset dan pengalamannya bekerja di departemen IT di XL Axiata yang menerapkan proses kerja dengan menyenangkan. 

Alasan pertama, ia mengatakan bahwa ketika karyawan bekerja dengan bahagia maka ia bisa mengurangi tingkat stres akan pekerjaannya. Masalah stres akan tekanan pekerjaan tentu tidak bisa dihindari dalam dunia kerja. Namun, isu ini bisa dikurangi atau bahkan diatasi bila karyawan bekerja dengan bahagia.

Baca Juga: Manfaat Brain Workout untuk Asah Kreativitas dan Problem Solving

Perlu diingat, karyawan menghabiskan lebih banyak waktu setiap harinya di kantor. Bayangkan bila ia melewatinya dengan perasaan tidak bahagia karena tekanan pekerjaan dan lingkungan kerja dari rekan-rekan dan atasannya. Ia akan mengalami stres yang berimbas turunnya performa dan produktivitas.

Widdyo lebih lanjut menjelaskan bahwa bekerja dengan bahagia akan mendorong karyawan untuk berpikir lebih kreatif. Ia akan berusaha dengan maksimal untuk meraih target kerja. Misalnya, engineer yang bahagia akan lebih kreatif dalam melahirkan fitur-fitur baru yang lebih efektif dan efisien untuk digunakan oleh konsumen atau user. Efeknya kemudian tentu juga positif bagi perusahaan. 

“Selain itu, kebahagiaan juga membangun keterikatan dengan kolega atau rekan kerjanya. Pikiran yang bahagia juga membuat seseorang lebih energik dan muda. Efek lainnya, karyawan yang bahagia akan mengurangi tingkat pengunduran diri. Ini tentu menguntungkan perusahaan dari segi human resource,” ujar Widdyo.

Lalu, bagaimana untuk melahirkan karyawan-karyawan yang bekerja dengan bahagia? 

Widdyo menyarankan agar setiap departemen untuk membangun keterikatan kerja dan suasana kerja yang menyenangkan melalui kegiatan-kegiatan engagement seperti yang ia terapkan di departemen IT XL Axiata. Ia dan timnya yang tergabung dalam komite IT Fun Culture berkolaborasi dengan para Scrum Master rutin mengadakan acara internal yang menyenangkan di luar pekerjaan untuk membangun keterikatan antarkaryawan dan hubungan kerja yang sehat. 

Misalnya, kegiatan berbagi cerita akhir pekan yang diadakan di setiap hari Senin, olahraga bersama, meluangkan waktu di sela pekerjaan untuk menikmati camilan bersama, belajar bahasa Inggris, hingga kegiatan di luar kantor seperti tur museum dan outing. Membangun kebersamaan antarkaryawan menjadi salah satu cara untuk melahirkan emosi bahagia ketika bekerja. 

Untuk mewujudkan kegiatan-kegiatan menyenangkan di luar pekerjaan tersebut, Widdyo menekankan diperlukannya kerjasama dengan tim manajemen. Dukungan dari leader menjadi poin penting mengingat kegiatan tersebut membutuhkan perencanaan bujet dan waktu kerja. Namun, sejatinya buah dari kegiatan tersebut akan menjadi keuntungan bagi perusahaan. Ingat, karyawan yang bahagia adalah kunci sukses perusahaan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here