Atasan Kamu Santuy? Ini Keuntungan dan Kerugian Punya Atasan Fleksibel

Bekerja dengan atasan yang santuy atau fleksibel tentu menyenangkan. Karena ia memberikan keleluasaan dan kebebasan bagi karyawannya menyelesaikan pekerjaan. Tapi, apa benar bekerja dengan atasan yang fleksibel selamanya menguntungkan?

Punya atasan fleksibel selalu menjadi dambaan setiap karyawan. Hal ini biasanya berhubungan dengan jadwal kerja dan cara menyelesaikan pekerjaan. Semisal, deadline yang anti mepet atau pengawasan yang fleksibel. Beban kerja juga ringan. Di sisi lain, atasan yang seperti ini umumnya lebih mudah diajak berdiskusi, sehingga terkesan lebih dekat dengan bawahannya.

Namun, bukan berarti keberadaan atasan fleksibel tidak mendatangkan kerugian. Berikut ini keuntungan dan kerugiannya.

Atasan Memberikan Kebebasan dan Keleluasaan

Salah satu keuntungan yang didapatkan, yaitu tingkat kepuasan kerja meningkat. Keleluasaan yang diberikan oleh atasan memberikan work-life balance bagi karyawannya. Kalau work-life balance sudah didapatkan, karyawan bisa bekerja dengan nyaman dan merasa bahagia dalam bekerja.

Kenyamanan dan kebahagiaan dalam bekerja tentunya memperkecil kemungkinan untuk resign. Tidak hanya itu, kenyamanan dalam bekerja juga menurunkan stres dan meningkatkan produktivitas. Sehingga tujuan-tujuan tim atau perusahaan bisa lebih mudah tercapai.

Di sisi lain, atasan seperti ini umumnya memberikan kebebasan bagi karyawan. Hal ini memacu bawahan untuk kreatif, sehingga bisa selalu berinovasi. Saat ada masalah, biasanya masalah itu bisa mudah diselesaikan. Pasalnya, komunikasi yang terbuka lebih mudah terjalin dengan atasan yang fleksibel dibandingkan dengan yang tidak.

Baca Juga: 5 Ciri Atasan Asyik yang Bikin Betah Kerja di Kantor

Kerugian Bekerja dengan Atasan Fleksibel

Meski punya banyak keuntungan, atasan yang fleksibel juga mendatangkan kerugian. Salah satunya, yaitu atasan bisa kehilangan kredibilitasnya. Terutama kalau terlalu sering memberikan keleluasaan pada bawahan. Hal ini menyebabkan rasa tanggung jawab yang dimiliki bawahan berkurang, sehingga atasan menjadi tidak dihargai.

Karyawan yang tidak menghargai atasannya menjadi karyawan yang tidak fokus dalam bekerja. Akibatnya, kualitas pekerjaan menurun.

Penyebab lain dari kualitas kerja menurun, yaitu adanya kebebasan yang berlebihan. Pasalnya pengawasan yang diberikan atasan berkurang. Kalau hal ini berlanjut, hubungan antar rekan kerja bisa menjadi tidak harmonis.

Atasan yang seperti ini juga bisa berarti atasan yang terlalu banyak mengurusi atau membantu penyelesaian pekerjaan bawahannya. Alias, tidak pernah mendelegasikan pekerjaan. Hal ini menjadikan skill dan kemampuan bawahan tidak berkembang.

Nah, kalau kamu bekerja dengan atasan yang santuy atau fleksibel, cobalah untuk tetap bertanggung jawab dan profesional dalam bekerja, meskipun atasanmu memberikan banyak keleluasaan atau kebebasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here