Market Follower: Menjadi Pengikut di Dunia Bisnis Tak Selalu Buruk

Dunia bisnis memang menuntut inovasi secara berkesinambungan agar dapat bertahan menghadapi persaingan. Namun, keterbatasan ide dan biaya sering kali menghalangi tersebut. Hingga akhirnya lebih banyak market follower daripada market leader di perusahaan.

Bagaimana cara terbaik memposisikan bisnismu sebagai market follower agar tetap memiliki keunggulan di mata khalayak ramai?

Kenalan Dulu dengan Definisi Market Follower

Market follower adalah istilah untuk menyebut bisnis yang mengekor para pendahulunya. Dengan kata lain, para pengikut ini sudah memiliki pangsa pasar yang diciptakan oleh market leader. Berdasarkan studi yang dilakukan di Monash University, market share yang diperoleh market follower pasti lebih rendah daripada market leader.

Beberapa contoh konkret keberadaan pengikut bisnis di pasaran, yaitu,

  • Indofood bergerak sebagai pelopor produsen mi instan lalu kini memiliki pesaing dari berbagai perusahaan lain.
  • Kemunculan keripik singkong pedas merek Maicih yang kemudian diikuti kemunculan keripik sejenis dengan berbagai merek.
  • Aqua menjadi pencetus produk air mineral dalam kemasan pada tahun 70-an. Puluhan tahun kemudian, banyak para pengikut yang menjual produk serupa.

Keuntungan yang Diperoleh Jika Menjadi Pengikut

Menjadi market follower tidak selalu buruk sebab kamu justru bisa mendapatkan beberapa keuntungan berikut ini:

  • Meningkatkan kreativitas untuk menghasilkan produk serupa yang lebih baik.
  • Meraih pangsa pasar yang besar jika mampu menyiapkan produk dengan harga terjangkau.
  • Membangun personal branding secara konsisten agar semakin dikenal khalayak ramai.
  • Menghemat waktu dan biaya untuk mengedukasi masyarakat tentang karakteristik produkmu.

Beragam Strategi yang Biasanya Dilakukan Para Pengikut

Para market follower di dunia bisnis biasanya melakukan satu dari beberapa strategi ini agar bisa bertahan menghadapi persaingan:

  • Adapter: Lebih dikenal dengan istilah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
  • Imitation: Menawarkan produk yang lebih murah daripada market leader. Meskipun lebih murah, belum tentu kualitasnya lebih buruk.
  • Cloner: Membuat produk yang sama persis dengan market leader tetapi disertai sedikit perubahan identitas, contohnya produk KW yang menyerupai produk orisinal.
  • Counterfeiter: Strategi ilegal karena melibatkan pembajakan. Upaya ini paling sering terjadi di industri musik dan film.

Kesimpulannya, tak perlu ragu menjadi market follower asalkan kamu tetap mengembangkan bisnis secara kreatif. Siapa tahu nanti giliran kamu yang jadi market leader di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here