Ini Dia Keuntungan Punya Attitude yang Baik, Setuju?

attitude yang baik

Seringkali kesuksesan sebuah pekerjaan diukur dengan seberapa hebat kita menangani berbagai tugas kantor atau seberapa besar profit yang kita hasilkan sebagai seorang entrepreneur. Tapi, tahukah kamu? Ternyata perusahaan maupun rekan bisnismu lebih melihat kualitas attitudedibandingkan dengan keterampilan dan pengetahuan yang kamu miliki.

Hal ini dituturkan langsung oleh Lia Yuldinawati, S.T, M.M, dosen entrepreneurial dari Telkom University sekaligus Associate Certified Coach untuk bisnis start-up, saat ditemui Job Like Magazine. Menurutnya, skill dan knowledge bisa dipelajari secara bertahap dan cepat oleh seseorang. Namun, jika sudah berhubungan dengan attitude, hal ini dipengaruhi oleh bagaimana seseorang melalui masa tumbuh kembang dari kecil hingga dewasa.

Business Coach, Lia Yuldinawati

“Pada dasarnya harus punya motivasi yang bagus, harus mau bekerja keras. Yang kedua, harus open minded dalam artian bukan hanya berpikir terbuka tetapi juga terbuka untuk bertemu dengan banyak orang, juga terbuka untuk menerima pendapat dari banyak orang, pendapat baik maupun pendapat buruk. Yang paling penting teamwork, networking, dan kesiapan dia berkomunikasi dengan bahasa yang baik,” tukasnya.

Baca Juga: Tantangan Senior Media Planner: Nggak Boleh Berhenti Belajar!

Attitude yang baik dapat mengantarkan seseorang menjadi pemimpin. Lalu bagaimana karakter seorang pemimpin yang baik? Lia menambahkan bahwa dalam menyiapkan kemampuan kepemimpinan seseorang, karakter orang tersebut juga menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Terlepas dari apakah ia introvert atau ekstrovert, seorang pemimpin sebaiknya memiliki soft skill yang mumpuni dibandingkan dengan hard skill.

“Memang people menjadi suatu hal yang penting sekali, dalam kesiapan untuk menjadi seorang leader. Karena seorang leader kan punya anak buah, ketika dia punya anak buah dia harus bisa bagaimana mendelegasikan tugas, bagaimana dia harus mampu bekerja dengan banyak orang, kemudian bagaimana dia mampu membawa personality-nya yang baik sehingga orang menaruh interest dan trust kepada seorang leader. Poin-poin tersebut tidak ada hubungannya dengan knowledge, semuanya tentang personality,” katanya.

Beda generasi, setiap leader memiliki attitude yang berbeda.

Lia mengakui bahwa cara memimpin setiap leader pasti berbeda. Meski ia menjadikan seseorang sebagai panutannya dalam memimpin, tetapi tidak bisa sama 100%. Perbedaan cara memimpin salah satunya berdasarkan dari generasi mana leader tersebut berasal? Menurutnya, leader dari Gen X ke atas biasanya memiliki arogansi dalam menerima masukan dari rekan kerja yang lebih muda. Hal ini dikarenakan pemimpin Gen X merasa sudah lebih dahulu merasakan asam garam kehidupan. Sehingga, cara memimpinnya lebih terkesan sebagai sebuah instruksi.

Sedangkan, pemimpin dari kalangan millennial seringkali lost focus karena pola pikirnya masih suka berubah-ubah. Jadi, jika pemimpin dari kaum millennial terkesan tidak mau menerima pendapat, hal tersebut bisa jadi bukan karena tetapi bisa jadi masih ragu akan ide-ide yang diberikan. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seorang leader dalam memimpin, diperlukan pengenalan diri dan berusaha untuk mengoptimalkan potensi diri yang ada.

“Diharapkan dengan mengoptimalkan potensi diri, wawasannya akan semakin terbuka sehingga ia mampu  menemukan pola pikir dan pandangan baru. Ia pun dapat mengubah beberapa hal yang tadinya negatif menjadi positif. Belajar itu nggak harus dari buku, tetapi bisa dari orang-orang di sekitar. Di situ pasti ada potensi yang bisa diambil,” sambungnya.

Tidak peduli apakah saat ini kamu seorang leader, entrepreneur, atau karyawan, attitude menjadi nilai jual tinggi saat kamu menjalin relasi dengan orang lain. Bisa jadi kamu mendapatkan respon dari klien atau kolega bukan dari kepintaranmu, melainkan dari cerminan sikap positif yang kamu tunjukan.

“Jadi kenapa harus attitude dulu yang dinomorsatukan? Kembali lagi ke sebagai fungsi kita sebagai manusia, sebagai orang yang beragama dari agama apapun, pasti diajarkan untuk memiliki attitude yang baik. Attitude yang baik akan menciptakan potensi manusia yang baik sehingga dapat menciptakan karakter bangsa yang juga baik,” tutupnya.

Beri komentar Anda tentang artikel ini