Kim Ji Young Born 1982: Perempuan dan Karier dalam Bingkai Cerita

Sumber: Instagram @bukugpu

“Kim Ji Young Born 1982” menjadi salah satu buku best seller di Korea Selatan. Banyak pujian yang diberikan bagi sang penulis, Cho Nam Joo. Jelang akhir tahun lalu, sebuah film yang diadaptasi dari buku tersebut pun sudah rilis.

Kepopuleran buku “Kim Ji Young Born 1982” juga sampai ke Indonesia. Banyak pencinta buku yang memberi pujian atas buku ini. Lalu, seperti apa sih gambaran buku yang berkisah tentang seorang perempuan berusia 30-an ini?

Buku “Kim Ji Young Born 1982” Sangat Laris di Korea Selatan Meski Menuai Kontroversi

Sumber: Instagram @bukugpu

Buku ini rilis pertama tahun 2016 di Korea Selatan. Sejak pertama rilis, banyak perempuan Korea Selatan yang mengagumi cara Cho Nam Joo mengungkapkan kegelisahannya pada budaya patriarki di sana. Sosok Kim Ji Young dianggap sangat pas mewakili kesedihan terpendam yang mungkin dialami hampir semua perempuan Korea Selatan.

Meski begitu, buku ini juga menuai kontroversi karena dianggap menggambarkan sosok laki-laki sebagai penindas perempuan. Bahkan, salah seorang idol perempuan di Korea Selatan sampai dihujat netizen gara-gara menyatakan kekagumannya pada buku karya Cho Nam Joo ini. Sebagian besar orang juga menilai buku ini terlalu kental dengan unsur feminisme.

Baca Juga: Kereta Api Korea Selatan Kembali Melintas ke Utara untuk Pertama Kalinya

Sosok Kim Ji Young Seolah Mewakili Kondisi Sebagian Besar Perempuan Korea Selatan

Korea Selatan memang dikenal masih cukup kental dengan budaya patriarki meski beberapa undang-undang sudah direvisi untuk menunjukkan kesetaraan gender. Perempuan di Korea Selatan terkesan masih agak terbatas untuk bergerak, terutama dalam hal karier dan belajar. Padahal, banyak juga perempuan yang sukses berkarier.

Buku “Kim Ji Young Born 1982” seperti paket lengkap yang menggambarkan kegelisahan perempuan di sana. Ada kisah Kim Ji Young dalam keluarganya, pelecehan seksual di kantor, hingga masalah rumah tangga. Pada akhirnya, seorang perempuan yang tidak kuat menghadapi hal-hal semacam itu tidak bisa mengelak dari gangguan kesehatan mental.

Dilema Pernikahan, Keluarga, dan Karier dalam Buku “Kim Ji Young Born 1982”

Dikisahkan sosok Kim Ji Young mulai merasakan beberapa ketakutan dan kecemasan sejak masih kecil. Meski dia bersekolah dengan baik, ada perasaan di mana dia merasa tidak lebih disayang daripada adik lelakinya. Bahkan, Kim Ji Young juga kerap tidak diberi kesempatan lebih baik saat berkarier.

Tidak sampai di situ, kegelisahan kembali muncul saat dia mulai berumah tangga dan memiliki anak. Kim Ji Young harus rela melepaskan karier yang dicintainya demi membesarkan anak pertamanya. Di saat itulah, Kim Ji Young merasa “kehilangan banyak hal” setelah memilih menjadi istri dan ibu.

Film “Kim Ji Young Born 1982” Juga Meledak di Pasaran

Film "Kim Ji Young Born 1982" Juga Meledak di Pasaran
Sumber: soco.id

Senada dengan bukunya yang laris manis, film adaptasinya pun meledak di pasaran. Di tengah banyak kontroversi dan hujatan, film ini nyatanya mampu menggugah perasaan siapa pun yang ditontonnya. Coba sejenak kesampingkan masalah feminisme, tetapi lihatlah bagaimana perjuangan Kim Ji Young mengatasi kesehatan mentalnya yang naik turun.

Film ini dibintangi oleh Jung Yu-Mi dan Gong Yoo. Keduanya sangat apik memerankan Kim Ji Young dan Jeong Dae Hyun sebagai pasangan suami istri. Rasa depresi yang ditunjukkan Kim Ji Young sangat terasa di film ini sehingga bisa membuat penonton ikut terharu.

Buku “Kim Ji Young Born 1982” menjadi pengingat bagaimana perjuangan perempuan dalam peran yang diembannya. Ya, kadang keluarga dan karier menjadi hal terbaik yang selalu diperjuangkan perempuan mana pun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here