Membunuh Waktu: Kisah Winston Utomo Membangun IDN Times

Membunuh Waktu: Kisah Winston Utomo Membangun IDN Times
Source: mldspot

IDN Times merupakan social news site yang cukup dikenal oleh pembaca milenial. Portal tersebut didirikan oleh Winston dan William Utomo. Winston membangunnya lewat beberapa artikel hasil tulisannya di kala senggang.

Seiring dengan semakin meningkatnya penetrasi dan pengguna internet, social news site semakin banyak bermunculan. Salah satu social news site yang cukup dikenal adalah Hipwee. Hipwee mengklaim mendapatkan 3,3 juta pageview dalam waktu 4 bulan setelah diluncurkan. Social news site lainnya, yakni IDN Times, saat ini berhasil mendapatkan sekitar 15 juta pageview dalam sebulan.

Khusus IDN Times, kisah menarik terjadi di balik kesuksesan pendiriannya. Portal ini didirikan oleh kakak-beradik Winston dan William Utomo.

Awal Pendirian IDN Times

Awal Pendirian IDN Times
Foto: mldspot

Beberapa tahun lalu Winston Utomo masih bekerja di Google. Untuk membunuh waktu sepulangnya dari kantor, Winston menulis artikel dan mempublish-nya di blog pribadinya.

“Pulang (kantor) nganggur. Terus ngapain ya? Masa cuma di rumah browsingbrowsing gak jelas,” ujar Winston seperti dikutip Berempat.

“Aku cuma ngerjain (nulis) habis pulang kerja setiap hari. Tapi kok lama-lama asyik juga,” tambah Winston.

Hasil tulisan Winston di blog nampaknya mendapat respon positif dari netizen. Hal tersebut membuat Winston terdorong untuk membangun sebuah situs. Untuk itu, Winston mengajak serta adiknya, William.

Sadar bahwa sebagian besar netizen berasal dari generasi milenial, Winston menyasar segmen potensial tersebut. Sedangkan untuk nama situsnya Winston dan William memilih nama Indonesia Times. Situs ini resmi berdiri pada 2014.

“Generasi (sekarang) paling besar itu milenial dan gen z di usia 15-35, tapi kenapa gak banyak media yang fokus ini? Empat tahun lalu media itu (target pembacanya) umur 35 tahun ke atas. Ya udah kita mulai, dulu gak mikirin sejauh ini sih,” ujar Winston.

Baca Juga: Kumparan: Merombak Khasanah Portal Berita Lewat Tampilan Kekinian

Foto: idntimes

Namun berbeda dengan blog pribadinya, artikel di Indonesia Times bukanlah artikel panjang. Winston mengisinya dengan artikel 100 kata. Menurutnya, generasi muda cenderung lebih suka membaca berita-berita pendek.

Untuk bisa menjadikan kontennya viral, Winston berharap banyak pada kreativitas konten penulisnya. Untuk itu penulis diharapkan dapat menghasilkan konten yang segar.

“Kami membebaskan jam masuk kantor, tidak usah pakai seragam, kami sediakan makan siang gratis, mesin kopi, meja pingpong, dan lain-lain agar tidak jenuh dan bisa menghasilkan konten yang segar,” ujar Winston.

Hasilnya, konten-konten Indonesia Times selalu dinantikan oleh pembacanya. Pada 2016 portal media ini mendapatkan kunjungan 15 juta pengunjung setiap bulannya. Seiring dengan keberhasilan tersebut Indonesia Time dirubah namanya menjadi IDN Times.

Pencapaian yang didapatkan IDN Times membuat pemodal ventura tertarik untuk menyuntikkan dana. Di tahun yang sama IDNTimes mendapatkan suntikan dana dari North Base Media, East Ventures, GDP Venture, dan MNM Creative.

Lini Usaha IDN Media

Foto: idntimes

Di sisi internal perusahaan, IDNTimes membentuk komunitas penulis untuk berbagi informasi. Lewat komunitas ini jumlah penulis IDN Times bertambah besar. Berawal dari hanya beberapa penulis di awal pendiriannya, sekarang perusahaan ini sudah memiliki sekitar 60,000 penulis yang bernaung di bawah IDN Times Community.

Selain volume penulis yang bertumbuh, perusahaan ini juga memperbesar dan mengembangkan lini usahanya. Beberapa portal lain didirikan dibawah bendera IDN Media. Sedangkan lini usaha yang dibangun adalah IDN Creative dan IDN TV.

Khusus IDN Times, saat ini portal tersebut dikunjungi oleh sekitar 2,5 juta pengunjung setiap bulannya. IDN Times juga terpilih sebagai portal media ketiga terbaik versi ComScore.

“IDN Times jadi omongan di media, karena dalam waktu 3 tahun per Januari (2018) kemarin berada di peringkat ke-3 media digital nasional. Dan base data-nya itu ComScore,” ujar Uni Lubis selaku Editor in Chief IDN Times.

“Jadi nomor satu itu Tribun, nomor dua Detik, nomor tiga IDN Times,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here