Konsep Dasar Kelola Keuangan Sebelum Memulai Investasi Reksa Dana

Sumber: xdana

Sekarang ini, semakin banyak orang yang sudah memahami pentingnya mengelola keuangan dan investasi reksa dana demi mempersiapkan masa depan. Dalam investasi reksa ada yang namanya prinsip keuangan yang sehat. Artinya, seseorang yang akan melakukan investasi reksa dana haruslah memiliki keuangan yang sehat.

Selain itu, idealnya memang sebelum berinvestasi di reksa dana, calon investor harus menyiapkan kondisi keuangan yang baik terlebih dahulu. Namun, kenyataan tak semua investor reksa dana memiliki kondisi keuangan yang sehat.

Oleh karena itulah, untuk menjadi calon investor harus belajar bagimana cara mengelola keuangan yang baik. Saat ini pun banyak media pelatihan mengelola keuangan dan ada sertifikatnya seperti Certified Financial Planner  atau Qualified Wealth Planner.

Dana yang perlu Anda keluarkan untuk mengikuti pelatihan tersebut tidak sedikit. Tapi bagi Anda yang ingin belajar mengelola keuangan dasar sebelum investasi reksa dana, berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan :

4 Konsep Dasar Kelola Keuangan Sebelum Memulai Investasi Reksa Dana

Konsep 10 – 20 – 30 – 40

Konsep dasar yang harus Anda pelajari ialah mengelola pemasukan dan juga pengeluaran. Pemasukan yang didapatkan oleh pekerja umumnya sudah tetap, sehingga yang harus dikelola ialah pengeluaran. Masalah keuangan yang dirasakan oleh orang yang tinggal di kota besar bukanlah pendapatan yang kecil. Tapi justru pengeluaranlah yang terlalu besar. Seberapa besar apapun pemasukan yang Anda dapatkan, namun tidak bisa mengontrol pengeluaran maka tidak akan pernah cukup.

10 dan Kebaikan

Berapa pun gaji yang didapatkan, usahakanlah untuk menyisihkannya sekitar 10 persen untuk berbuat kebaikan. Kebaikan tersebut tak harus menyumbang ke tempat ibadah. Kebaikan tersebut bisa memberikan uang kepada orang tua atau berpartisipasi dalam program yang bermanfaat seperti BJS kesehatan. Meskipun Anda tidak menggunakannya, tapi secara tidak langsung Anda pun bisa membantu masyarakat lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

20 dan Masa Depan

Masa depan merupakan hal yang wajib untuk dipersiapkan. Biasakanlah diri Anda untuk menyisihkan uang dari pendapatan sekitar 20 persen. Apabila Anda memiliki keinginan yang banyak untuk masa depan seperti ingin memiliki rumah, kendaraan pribadi, biaya sekolah anak, dan masih banyak lagi serta dirasa 20 persen dalam satu bulan itu belum cukup, ambilah kursus, sekolah lanjutan, seminar atau kegiatan yang bersifat pengembangan diri akan menjadi investasi yang besar untuk Anda di masa depan.

30 dan Cicilan

Harga properti dan juga kendaraan yang semakin tinggi, memiliki hutang merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari. Sebetulnya, berhutang tak akan menjadi masalah bila digunakan untuk tujuan produktif seperti rumah atau kendaraan dan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan Anda.

Biasanya, angka 30 persen pun menjadi acuan pemberian kredit di bank. Apabila cicilan Anda melebihi rasio 30 persen, besar kemungkinan pengajuan kredit Anda ditolak.

40 dan Kebutuhan

Segala kebutuhan hidup dari mulai kebutuhan kecil hingga kebutuhan besar pastinya akan membutuhkan biaya. Besarnya biaya ini sangat tergantung pada masing-masing orang. Ada orang yang bisa hidup dengan standar UMR malahan bisa menabung, ada pula orang yang gajinya sudah 20 kali UMR tapi masih terjebak dalam hutang karena terlalu konsumtif. Maka dari itu, salah satu angka acuan yang bisa digunakan untuk kebutuhan adalah 40 persen dari penghasilan.

Dengan memahami konsep dasar tersebut, Anda bisa memiliki kondisi keuangan yang sehat. Jika Anda sudah memiliki kondisi keuangan yang sehat, maka investasi reksa dana Anda bisa berjalan dengan lancar.