Konsep Psikologis yang Harus Dikenali oleh Perekrut dan HR

Menjadi sebuah hal yang tidak bisa terhindarkan bahwa konsep psikologis memengaruhi pola pikir dan kerja kita sehari-hari. Sebagai seorang anggota tim HR, Anda sebaiknya akrab dengan berbagai ide-ide psikologis yang sengaja atau tanpa sengaja diterapkan dalam pekerjaan Anda. Konsep-konsep ini akan membantu Anda untuk mendapatkan kontribusi terbaik dari orang-orang yang Anda kelola. Selain itu, berbagai konsep psikologis biasanya paling sering muncul saat Anda mewawancarai kandidat.

Pahami Konsep Psikologis Berikut, maka Anda akan Mudah Menjalani Proses Rekrutmen

Bias Kognitif

kebiasaan buruk dalam wawancara
Sumber : nationalgrandfoundation

Bias kognitif adalah sebuah konsep psikologis yang berkaitan dengan pola-pola sistematik dan memengaruhi rasionalitas dalam menilai sesuatu. Seorang anggota HR bisa saja mengalami bias kognitif yang memengaruhi penilaian terhadap kandidat. Biasanya bias kognitif meliputi bias penjangkaran (mengandalkan informasi pertama yang diterima), bias konfirmasi (kecenderungan menggunakan karakter yang memengaruhi penilaian terhadap seseorang), bias percaya diri (menebak performa percaya diri kandidat dengan membandingkan dengan kinerja sebelumnya), serta dampak primer yang ditimbulkan (kecenderungan membandingkan kandidat dengan kandidat lainnya).

Komunikasi Non-Verbal

kesalahan bahasa tubuh
Sumber : Uky

Dalam budaya barat, orang-orang sangat mengandalkan bentuk komunikasi non-verbal di samping makna percakapan verbal. Bagaimana konsep psikologis ini berpengaruh dalam komunikasi, misalnya dalam sebuah wawancara pekerjaan? Kegugupan kandidat bisa terlihat dari gerak non-verbal yang mereka tampilkan secara tidak disadari.

Baca Juga: Rahasia Mempertahankan Milenial yang Harus Diketahui Setiap HRD

Kesan Pertama

Sumber : orspartners

Sebuah kesan pertama terbentuk hanya dalam waktu sepersekian detik saat kita bertemu dengan orang lain. Sebagai seorang perekrut, Anda mungkin memiliki kesan pertama yang salah terhadap seorang kandidat ketika Anda menyaring  informasi penting dari kandidat. Jika seorang kandidat memicu memori bawah sadar Anda mengenai seseorang dari masa lalu, Anda mungkin memproyeksikan pandangan dan emosi Anda mengenai orang itu ke sang kandidat yang ada di hadapan Anda.

Kecerdasan Emosional

kecerdasan emosional yang rendah
Sumber : positivepsychology

Seorang tenaga profesional di bidang HR, mungkin tidak asing lagi dengan konsep kecerdasan emosional (soft skill). Terkadang, karyawan yang memiliki kualifikasi teknis yang baik ternyata tidak memiliki keahlian dalam berinteraksi dengan orang lain. Anda bisa mengukur skala kecerdasan emosional seseorang untuk memahami seberapa baik mereka mengelola emosi dan seberapa cakap mengenali emosi lain di sekitarnya (empati). Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengasah kecerdasakan emosionalnya.

Beri komentar Anda tentang artikel ini