15 Tahun Menetap di Indonesia, Turut Berkontribusi Bagi Dunia Pendidikan

15 Tahun Menetap di Indonesia, Turut Berkontribusi Bagi Dunia Pendidikan
Bartek Wasik, Founder Koding Next. (Foto: Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Setiap negara memiliki budaya dan kekhasannya sendiri. Indonesia dikenal sebagai negara yang paling banyak diversitasnya mulai dari agama, bahasa, suku, dan bangsa. Bagi orang asing, tinggal di Indonesia mungkin tidak mudah pada awalnya. Perlu banyak adaptasi, mulai dari perbedaan sikap hingga memahami bagaimana orang lokal berlaku.

Hal ini dialami oleh Bartek Wasik, imigran asal Polandia yang sudah 15 tahun menetap di Indonesia. Pria yang peduli terhadap pendidikan ini menjalankan bisnis pendidikannya di Indonesia sejak dua tahun lalu. Ia membuka sekolah koding, Koding Next, untuk anak usia empat tahun hingga dewasa.

15 tahun yang lalu, ketika ia pertama kali menjejakkan kaki di Indonesia, Bartek sungguh tidak tahu apa-apa mengenai Indonesia. Meskipun ia pernah tinggal di Australia, negara yang hanya berjarak 3.455 kilometer dari Indonesia.

“Saya hanya sering mendengar berita buruk tentang Indonesia seperti berita gempa bumi, tsunami, dan bom. Tetapi, tidak ada yang menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan lebih dari 17 ribu pulau dengan berbagai budaya dan memiliki peluang bisnis yang besar,” tutur Bartek.

“Orang-orangnya sangat friendly dan sopan. Saya belajar seiring dengan berjalannya waktu, untuk memahami orang-orang di sekitar saya. Kita makan bersama, duduk bersama, dan akhirnya mendapatkan pemahaman yang sama,” lanjutnya.

Sebagai pengusaha yang memiliki 72 karyawan, Bartek turut merasakan adanya perbedaan budaya antara pekerja di Polandia dengan di Indonesia. Ini menjadi tantangan bagi Bartek dalam mengelola tim yang dipimpinnya.

Misalnya saja, orang-orang di Eropa Timur terbiasa menegur atau memberi tahu orang lain secara langsung jika ada yang melakukan kesalahan. Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan Bartek di Indonesia. Untuk memberi penjelasan kepada karyawannya di Indonesia, Bartek harus melakukannya dengan perlahan.

“Saya harus menahan sejenak apa yang ada di dalam pikiran saja. Kalau saya bersikap seperti kepada orang-orang di Polandia, maka kolega atau karyawan saya yang sebagian besar orang Indonesia akan merasa malu. Harus saling jaga perasaan. Saya memerlukan waktu bertahun-tahun untuk itu,” ungkapnya.

Indonesia menjadi pasar yang berpotensi bagi bisnis pendidikan. Mengingat 50 persen dari total populasi Indonesia merupakan anak muda. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kesejahteraan yang terus meningkat. Sehingga, semakin banyak orang yang menyisihkan uang untuk berinvestasi di bidang pendidikan.

Baca Juga: Belajar Coding Sambil Berbagi Bersama Binar Academy

Membangun bisnis di Indonesia menjadi perjalanan yang menyenangkan bagi Bartek. Menurutnya, para pekerja di Indonesia akan menjadi karyawan terbaik jika mendapatkan arahan serta pelatihan yang baik dari perusahaan.

Pekerja Indonesia menurutnya sangat berkomitmen dalam bekerja, mau belajar, dan tidak punya alasan untuk stres karena sikapnya yang santai.

“Orang Indonesia sangat ramah, periang, dan sopan. Tidak punya alasan untuk stres dan mengkhawatirkan terlalu banyak hal. Orang-orang Indonesia sangat santai dengan aktivitas yang mereka lakukan.”

Business Grow With People

Dalam memperlakukan 72 karyawannya, Bartek menyadari bahwa gaji merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan. Namun, gaji juga bukan segalanya yang membuat karyawan bertahan.

Jenjang karier, hak berlibur, dan kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi hal lain selain gaji yang dicari oleh karyawan.

“Kami sering menyesuaikan kurikulum sehingga karyawan di sekolah koding kami bisa mengembangkan diri dengan belajar hal-hal baru.”

Tiga hal yang ia tanamkan kepada seluruh karyawannya, yaitu integritas, intelegensi, dan proaktif. Ketiga nilai tersebut juga menjadi tolak ukur, apakah seseorang layak bekerja untuknya.

“Dalam bisnis pendidikan yang paling penting adalah program pembelajaran dan Sumber Daya Manusia di dalamnya (karyawan dan guru). Sehingga, kedua hal tersebut harus dirawat dengan baik.”

Sebagai orang asing yang turut berkontribusi bagi dunia pendidikan di Indonesia, Bartek memiliki sederet harapan bagi Indonesia di hari jadinya yang ke-74.

“Saya harap Indonesia terus berkembang dan pemerintah lebih banyak memperhatikan pendidikan. Semoga ekonomi Indonesia bisa bertumbuh dan stabil, sehingga bisnis-bisnis yang ada di Indonesia juga bisa bertumbuh dengan baik. Indonesia menjadi lahan investasi yang bagus bagi para pebisnis,” tutupnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here