Seru Nih! Kedai Kopi dengan Kelas Lounge ala Southwest Jakarta

Andry Immanuel Simorangkir, Founder Southwest Jakarta, ingin menyediakan fasilitas berbagi ide bagi penikmat kopi melalui kopi lounge-nya. (FOTO: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Berawal dari kebiasaannya nongkrong hingga larut malam, Andry Immanuel Simorangkir nekad mendirikan Southwest Jakarta, kedai kopi dengan konsep tak biasa, yaitu lounge. Apa alasan Andry “mengerek kelas” kedai kopi menjadi kelas lounge?

Melihat desain exterior dan interior yang ditampilkan Southwest Jakarta, pengunjung acap meragukan “keramahan” harga di kedai kopi ini. Berbeda dari kedai kopi pada umumnya yang menggunakan kursi kayu, Southwest Jakarta tampil mewah dan cozy dengan sofa. 

Coffee lounge yang berdiri di kawasan bergengsi di Jakarta Selatan ini juga menawarkan open kitchen selayaknya restoran. Ya, menu makanan berat yang diolah langsung di open kitchen menjadi keunikan lain dari Southwest Jakarta.

“Biasanya kedai kopi pilihan makanannya itu-itu saja, seperti snack gorengan. Kami punya ide untuk menampilkan open kitchen yang bisa dilihat konsumen karena keasaman kopi bisa bikin orang lapar,” bilang Andry kepada Job-Like Magazine.

Tak hanya menyuguhkan desain dan menu yang berbeda, jam operasi Southwest Jakarta juga terbilang unik. Southwest Jakarta buka hingga pukul 3 dini hari di akhir pekan, dan pukul 1 dini hari di hari kerja. Jam operasi hingga larut malam ini tak terlepas karena pengalaman pribadi Andry yang kerap kesulitan menemukan kedai kopi di malam hari.

“Dari dulu saya suka nongkrong sambil diskusi sampai malam, tapi masalahnya susah banget dapat kedai kopi yang buka sampai tengah malam. Biasanya hanya buka sampai jam 11. Padahal biasanya ide baru muncul pas tengah malam. Kami ingin Southwest jadi fasilitas creating ideas untuk mereka yang suka nongkrong malam,” bilang Andry kepada Job-Like Magazine.

“Dengan tagline creating ideas itu kami berharap ada pelanggan yang mau sharing dengan kami. Dan itu terjadi karena kami setiap hari stay di sana dan bertemu konsumen, akhirnya perlahan mereka cerita tentang bisnisnya, akhirnya jadi teman,” tuturnya.

Baca Juga: Selain Kualitas Kopi, Ini Lho Resep Bisnis Sukses Pigeonhole Coffee

Meninggalkan Dunia Hukum demi Passion Bisnis Kuliner

Kepribadian Andry yang mudah bersosialisasi menjadi akar tumbuhnya passion berkecimpung di dunia bisnis kuliner. Padahal, latar belakang pendidikan Andry adalah hukum. Ia alumni fakultas Hukum Universitas Atma Jaya di Yogyakarta.

Sebelum mendirikan Southwest Jakarta, ia juga sempat bekerja sebagai direktur utama sebuah perusahaan pengadaan senjata api. Andry mengaku kehidupan kerja kantoran tak sesuai dengan hatinya. Itu sebabnya, ia nekad mengikuti passion untuk mendirikan bisnis F&B.

“Berbisnis ini modalnya hanya nekad dan keberanian. Awalnya saya ragu apakah bisa mendirikan Southwest di kawasan ini yang sewanya milyaran. Tapi, kami tak patah semangat, kami terus menggali dan menjual ide,” ujar Andry.

“Beruntung pemilik tempat ini mau membantu kami dengan penyewaannya. Tapi, prosesnya cukup panjang hingga deal. Kami terus berdiskusi dan mematangkan konsep selama enam bulan. Kami saling belajar dan memberikan masukan,” lanjutnya.

Selama proses pematangan konsep yang panjang, Andry mengakui ia dan rekan bisnisnya acap tak terhindarkan konflik karena perbedaan ide dan pendapat.

Tentu ini hal lumrah dalam berbisnis. Agar konflik tidak berbuntut panjang, Andry menegaskan pentingnya bersikap lapang dada. Menurutnya, bila kamu mau berbisnis dengan orang lain, akan lebih baik bila kamu menemukan rekan yang berbeda kepribadian.

“Jangan bawa perasaan ketika ngomongin bisnis. Dan harus ada yang bersikap sebagai pengamat dan bisa mengerti, jangan dominan semuanya. Satu lagi, jaga bahasa dan nada bicara agar tidak tersulut emosinya,” tutup Andry.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here