Nikmati 5 Kuliner Tradisional Khas Hangzhou, Host Asian Games 2022

kuliner tradisional khas hangzhou
Sumber : sites.google

Setelah Asian Games 2018 di Jakarta dan Pelembang berakhir, kini semua mata tertuju pada Hangzhou, China, yang mana akan menjadi tuan rumah Asian Games 2022 mendatang. Sama halnya dengan Kota Metropolitan pada umumnya, Hangzhou dikelilingi gedung-gedung tinggi megah dan menawan. Banyak juga tempat wisata yang bisa Anda datangi nantinya bila ingin menyaksikan Asian Games 2022 secara langsung. Tapi, yang tak boleh ketinggalan adalah mencicipi kuliner lokal yang nikmat dengan rempah-rempah yang khas pula. Oleh karenanya, berikut ini 5 kuliner tradisional khas Hangzhou yang memiliki cerita di balik tiap hidangannya.

5 Kuiner Tradisional khas Hangzhou

Sister Song’s Fish Broth

Sumber: HangzhouTourism

Sebagai masakan tradisional Hangzhou yang terkenal di dunia, Sister Song’s Fish Broth, berasal dari Dinasti Song Selatan (1127–1279). Rasanya sama lezatnya dengan daging kepiting, berkilau dalam warna dan sangat lembut. Cerita di balik makanan ini yakni Song wusao menetap di Danau Barat dengan saudara iparnya, dan berusaha mencari nafkah dengan memancing. Pada suatu kesempatan, saudara iparnya menderita flu yang buruk dan Song wusao membuatnya menjadi semangkuk sup ikan spesial. Ini adalah sup kental yang dibuat dengan ikan, lada, jahe, anggur, ham, dan cuka. Tak lama setelah saudara iparnya makan sup ikan, dia sembuh. Reputasi ini akhirnya menyebar ke seluruh Hangzhou, membuatnya menjadi hidangan terkenal hingga hari ini.

Baca Juga: Menyehatkan, Inilah 5 Fakta Unik tentang Teh Oolong, Teh Asal Cina!

Fried Shrimps with Longjing Tea

Sumber: CNN

Hewan air tawar ini adalah makanan pokok di Hangzhou berkat banyaknya udang di Danau Barat. Hidangan ini tidak hanya menyajikan hidangan laut Hanghzou klasik tetapi juga menggunakan gaya memasak khusus dan teh lokal yang elegan untuk membawa nuansa berkelas pada udang. Daun teh digoreng dengan udang untuk tambahan rasa halus untuk manisnya udang.

Beggar’s Chicken

Sumber: Mr.Wok

Meskipun asal muasal hidangan ini tidak diketahui, tapi diyakini bahwa Beggar’s Chicken ditemukan oleh seorang pengemis miskin yang mencuri ayam dan tanpa alat untuk memasak, ia membungkus ayam dengan lumpur dan jerami untuk memasaknya. Saat ini ayam dimasak dalam bungkus daun lotus kemudian di lumpur dan dipanggang di dekat api terbuka. Ini bisa memakan waktu hingga 6 jam untuk diolah, tetapi ketika tanah liat itu retak terbuka tepat di meja Anda dan akan tercium aroma lotus dan anggur yang makin menambah selera makan.

Dongpo Pork

Sumber: FoodforNet

Kuliner tradisional khas hangzhou yang selanjutnya yakni, Dongpo Pork. Menu ini dinamakan oleh penyair, penulis dan kaligrafi kuno Hangzhou, Su Dongpo, di mana hidangan ini memang menggunakan daging babi sebagai bahan utama. Su Dongpo menemukan hidangan dengan mengambil sepotong perut babi dan memasaknya selama beberapa jam untuk melunakkan daging dan menghilangkan banyak lemak. Proses memasaknya pun cukup rumit, karena dua kali direbus, ditumis, kemudian dikukus. Daging babi dipotong menjadi kubus kecil yang sedikit berminyak karena diberi cuka, jahe, daun bawang dan gula.

Sweet and Sour West Lake Carp

Sumber: LivinginHangzhou

Hangzhou dijuluki “The Culture of Fish in Rice Fields“, jadi jelas makanan nomor satu untuk dicoba di Hangzhou adalah ikan. Namun bukan sembarang ikan, khususnya Danau Barat, Ikan Mas. Perairan pusat Hangzhou, “West Lake” adalah rumah bagi kedai teh yang indah, gunung, jembatan dan ikan yang tumpah-ruah. Pilih restoran di dekat danau dan nikmati salah satu hidangan terbaik di Hangzhou, Sweet and Sour West Lake Carp yang ikannya ditangkap hanya beberapa mil dari tempat duduk Anda. Untuk mendapatkan ikan bersih, itu tetap hidup di air bersih selama 1-2 hari sementara membersihkan barang-barang berlumpur dari bagian dalamnya. Kemudian dipotong dari kepala ke ekor, direbus dan disajikan dengan saus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here