Kumparan: Menggaet Pembaca Lewat Segmentasi Konten

Kumparan: Menggaet Pembaca Lewat Segmentasi Konten
Foto: Source: google

Kumparan menyajikan tampilan dan konten berita sesuai dengan karakteristik pembacanya. Generasi X dan Y menjadi pembaca terbanyak dari portal media ini.

Didirikan pada 2016, Kumparan mulai meluncurkan aplikasinya pada awal tahun lalu. Portal media ini menggunakan tampilan berbeda dari kebanyakan portal media lain. Untuk website dan aplikasinya, startup yang menggunakan bendera usaha PT Dynamo Network ini menampilkan platform ala media sosial, dimana pembaca disuguhkan oleh feed dari berita-berita yang ada.

Layaknya media sosial, Kumparan juga menyediakan ruang bagi pembaca untuk berinteraksi. Salah satunya adalah dengan menyediakan fitur ‘like’ dan komen di akhir tiap berita. Selain itu, bagi pengguna yang sudah terdaftar di aplikasinya, Kumparan juga menyediakan fitur ‘story’, dimana pembaca bisa menuliskan pengalaman atau pendapat pribadinya.

Segmen Pembaca Kumparan

Segmen Pembaca Kumparan
Foto: bloggerborneo

Di sisi konten, Kumparan menampilkan berita-berita yang berbeda sesuai dengan karakteristik pembacanya yang berasal dari beragam jenis usia dan berada lokasi yang berbeda.

“Media online saat ini sangat banyak dan beragam, pengguna Internet juga beragam. Akses semakin mudah dan semakin mobile. Dulu kita berasumsi pengguna Internet hanya masyarakat di kota besar, tapi sekarang sudah meluas ke banyak wilayah dan segmen. Kebutuhan akan konten pun berbeda-beda,” ujar Andrias Ekoyuono selaku Chief Marketing Officer Kumparan.

Dilansir Marketeers, pembaca terbanyak Kumparan berasal kelompok usia 25 hingga 34 tahun yakni sebesar 37%. Disusul oleh kelompok usia 18-24 tahun sebesar 28%. Selebihnya, pembaca media online ini berasal dari kelompok usia 35 hingga 44 tahun (18%) dan 45 tahun keatas (17%). Dengan demikian pembaca terbanyak Kumparan berasal dari Generasi Y dan Z. Disusul oleh Generasi X dan Baby Boomers.

Baca Juga: Female Daily, untuk Wanita yang ‘Into Beauty’

Foto: kumparan

Gen Y dan Z terbiasa dengan konten yang disertai tampilan visual. Seperti misalnya gambar dan video. Kendati demikian, tingkat ketertarikan visual di dua tipe generasi tersebut juga berbeda. Sedangkan Gen X lebih menggemari konten-konten in-depth yang minim tampilan visual.

Sebagai salah satu upaya menghadirkan konten-konten beritanya, Kumparan belum lama ini telah menggandeng Go-Jek. Layanan transportasi online tersebut menghadirkan fitur in-app news. Dengan demikian, pengguna layanan Go-Jek bisa mendapatkan berita dari Kumparan di aplikasinya.

Selain bekerjasama dengan Go-Jek, perusahaan ini juga menggandeng news aggregator, Kurio, sebagai salah satu kanal pendistribusian konten.

Kumparan didirikan oleh beberapa mantan pendiri portal berita online, Detik. Diantaranya adalah Hugo Diba dan Ine Yordenaya. Startup ini mendapatkan pendanaan awalnya dari GDP Ventures yang merupakan perusahaan ventura milik Group Djarum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here