Intip Kunci Mutlak Kesuksesan Karier Versi Co-Founder Meiro

Pavel Bulowski, Co-founder Meiro & SheLovesData. (Foto: dok. pribadi)

Kreativitas dan komunikasi yang baik menjadi dua kemampuan utama yang harus dimiliki peniti karier menurut Co-founder Meiro dan SheLovesData, Pavel Bulowski. Kunci rahasia ini diutarakan Pavel ketika berbincang bersama Job-Like Magazine beberapa waktu silam di Jakarta.

Pavel mengatakan komunikasi yang baik sejatinya dimiliki setiap orang agar kariernya bisa berkembang. Pasalnya, seseorang yang hanya memiliki kecerdasan berpikir ataupun ide-ide cemerlang akan mengalami kendala ketika ia harus membagikan idenya karena tidak mampu berkomunikasi dengan baik.

“Seberapa cemerlangnya pemikiran kamu dan meskipun kamu menemukan sesuatu yang sangat penting, kalau kamu tidak bisa menjelaskannya kepada orang yang tepat dengan cara yang tepat, maka itu percuma,” ujar Pavel.

“Jadi menurut saya, komunikasi merupakan kunci mutlak. Kemampuan kedua yang perlu dimiliki adalah kreativitas. Setelah itu baru hard skill, yaitu memahami python,” sambungnya.

Sebagai praktisi di dunia data science, bahasa python tentu modal hard skill yang harus dimiliki. Pavel dan rekannya, Jana Marlé-Zizková, mendirikan Meiro pada September 2018, sebuah platform yang memudahkan user dalam mengumpulkan data customer

Kedua founders Meiro ini juga mendedikasikan diri mereka untuk berbagi ilmu kepada para praktisi data dan masyarakat awam melalui komunitas SheLovesData yang berdiri sejak tiga tahun silam di Singapore. Kini SheLovesData telah berekspansi ke negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. 

Baca Juga: SheLovesData Merangkul Kaum Wanita untuk Belajar Mengolah Data

Kontribusi Pavel untuk komunitas data melalui SheLovesData tak terlepas dari pengalamannya sebagai praktisi data selama ini. Ia menyayangkan minimnya peran wanita di dunia teknologi. Melalui SheLovesData, Pavel berharap semakin banyak wanita yang tertarik belajar mengenai data.

Co-Founder Meiro Juga Menegaskan Pentingnya Rasa Ingin Terus Belajar

Pavel sendiri berkecimpung di dunia teknologi bukan sejak awal kariernya. Karier profesionalnya justru ia mulai sebagai seorang pelayan wine di sebuah hotel. Kemudian ia beralih profesi sebagai sales hingga kini membangun startup berbasis teknologi. 

Bagi kebanyakan orang, gonta-ganti karier cukup menakutkan. Sebaliknya, Pavel acap gonta-ganti karier karena dorongan rasa ingin tahunya yang besar. Pria berkebangsaan Polandia ini menikmati proses mempelajari sesuatu dari nol. 

“Saya berada di posisi ini karena telah melewati banyak profesi. Saya suka belajar, saya menyukai prosesnya. Saya telah bekerja di Eropa dan Asia, saya belajar banyak dari orang-orang,” ujar Pavel.

“Mudah saja bagi orang berkata, ‘Ya’, meskipun ia tidak memahaminya, ketimbang berkata, ‘Saya tidak paham, bisakah kamu menjelaskannya lagi?’” tuturnya.

“Sangat penting untuk memahami kalau kamu tidak paham segalanya, dan penting untuk memahami kalau tak semua orang sama seperti kamu, dan kamu mungkin lebih baik dari orang lain, serta ada orang lain yang lebih baik dari kamu.”

Kemampuan seseorang untuk mengakui kekurangan dirinya serta kelebihan orang lain disebut Pavel bisa diasah dengan membuka diri lebar-lebar akan kebiasaan, budaya, dan pengetahuan yang baru. Traveling menjadi cara Pavel untuk membuka dirinya dan belajar menghormati orang lain.

Traveling bisa membantu kamu karena kamu bertemu orang-orang baru, budaya baru. Kamu belajar untuk menghormati,” katanya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here