Lampu Sterilizer: Mencegah Penyebaran Virus dengan UVC Light

Berbagai vaksin anti virus COVID-19 saat ini sedang dikembangkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Dengan adanya vaksin diharapkan tubuh manusia mampu menahan serangan virus COVID-19. Namun, sebelum vaksin benar-benar ditemukan, bagaimana dengan benda-benda di sekitar kita yang bisa menyebabkan manusia terpapar virus COVID-19? Benarkah lampu sterilizer bisa digunakan untuk membunuh virus tersebut?

Lampu sterilizer cukup praktis dan efektif digunakan. Karena pengguna tinggal menyalakan lampu ini di sebuah ruangan tertutup untuk bisa membunuh virus. Dengan begitu, tidak perlu lagi menyemprotkan cairan ke benda-benda di sekitar seperti jika menggunakan desinfektan.

Sebenarnya apa sih lampu sterilizer itu. Mengapa lampu ini bisa membunuh virus?

Lampu Sterilizer Menghasilkan UVC Light

Seperti diketahui, matahari dan beberapa lampu buatan manusia mampu menghasilkan sinar ultraviolet. Ada beberapa jenis sinar ultraviolet yang dikenal, yaitu UVA, UVB dan UVC. UVC merupakan sinar yang memiliki energi terbesar.

Sinar yang memiliki panjang gelombang 280-100 nanometer ini mampu merusak DNA dari bakteri dan virus. Sehingga bakteri atau virus yang terpapar sinar UVC tidak mampu mereplikasi diri. Dengan begitu kemampuannya untuk menjadi sumber penyakit menjadi berkurang.

Baca Juga: Seberapa Penting Penyemprotan Desinfektan untuk Membunuh Virus?

Lampu Pembunuh Virus

Meski diklaim mampu membunuh virus, penggunaan UVC light pada pencegahan virus COVID-19 masih harus diteliti lebih lanjut. Seperti dilansir Science Engineering Medicine, belum ada penelitian yang menunjukkan sinar ultraviolet mampu membunuh virus penyebab penyakit pernapasan lainnya, yaitu SARS. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University, UVC light terbukti mampu membunuh virus penyebab MERS.

Saat ini lampu sterilizer sudah banyak digunakan di fasilitas publik untuk mengurangi meluasnya penyebaran virus COVID-19. Seperti misalnya di gerbong kereta bawah tanah New York dan beberapa rumah sakit di Amerika Serikat. Penggunaan lampu sterilizer ini mendapat dukungan dari pusat penelitian radiologi Universitas Colombia dan pemerintah kota setempat.

Resiko Menggunakan Ultraviolet pada Manusia

Meski mampu mencegah penyebaran virus, penggunaan lampu sterilizer membawa risiko tersendiri. Pasalnya, sinar UVC light yang dihasilkannya berbahaya bagi kulit manusia. Bahkan sinar ultraviolet bisa menyebabkan kanker kulit.

Oleh karenanya untuk menghindari resiko ini, lampu ini hanya bisa dinyalakan saat tidak ada orang di dalam sebuah ruangan. Beberapa lampu yang dipasarkan saat ini juga sudah menggunakan teknologi sensor gerak. Sehingga lampu otomatis padam jika mendeteksi ada manusia di dalam ruangan.

Di sisi lain, konsumen tetap diharapkan berhati-hati dalam penggunaannya. Selain itu, konsumen harus yakin bahwa lampu yang dibelinya benar-benar mampu menghasilkan UVC light.

Nah, bagaimana? Kamu tertarik menggunakan lampu sterilizer untuk mencegah penyebaran virus COVID-19?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here