Lindungi Karyawan dari Pelecehan, Wipro Unza Indonesia Lakukan Ini

Lindungi Kenyamanan Karyawan, Wipro Unza Indonesia Lakukan Ini

Kasus kekerasan seksual dapat terjadi di mana saja dan dapat dialami oleh siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. Tak terkecuali di lingkungan kerja.

Never Okay Project, sebuah inisiatif sosial berbasis teknologi pertama yang bertujuan mencegah terjadinya pelecehan seksual di tempat kerja, melakukan penelitian pada tahun 2018.

Penelitian ini melibatkan 1.240 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Dari penelitian yang dilakukan dalam rentang waktu 19 November-9 Desember 2018 ini menujukkan bahwa 44 persen pekerja perempuan dan 40 persen pekerja laki-laki pernah mengalami pelecehan seksual di lingkungan kerja.

Sebanyak 36 persen responden mengatakan, pelecehan seksual yang dialami di lingkungan kerja dilakukan oleh atasan atau karyawan yang lebih senior. Tekanan dari atasan atau rekan kerja senior membuat responden segan untuk melawan.

Setengah dari responden menyatakan bahwa pelecehan seksual yang mereka alami di lingkungan kerja membuat mereka cenderung menghindari situasi kerja tertentu karena rasa yang tidak nyaman.

Di kalangan pekerja, berbicara mengenai pelecehan seksual masih menjadi obrolan yang tabu. Terlebih para korban seringkali mendapatkan perilaku diskriminatif ketika mereka mengadukannya ke HRD atau manajemen.

Hal tersebut dapat terlihat dari hasil survey bahwa hanya 14,27 persen karyawan yang mengalami pelecehan seksual, melaporkannya kepada HRD atau manajemen. Sedangkan, sebanyak 35,73 persen responden merasa bahwa jika mereka melapor kepada pihak manajemen, mereka tidak yakin akan ditangani dengan serius.

Sebagai perusahaan multinasional, Wipro Unza Indonesia menganggap hak karyawan untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama bekerja wajib untuk dipenuhi.

Maka sejak satu tahun yang lalu, Wipro Unza Indonesia menggagas program POSH (Prevention Of Sexual Harassment) untuk mengakomodir karyawan yang merasa tidak nyaman, jika mereka mengalami pelecehan seksual atau bullying di lingkungan kerja.

Program POSH ini melibatkan promotor manager, promotor supervisor, tim HR, dan Ombudsman sebagai bagian dari POSH Committee. Bentuk pelanggaran yang dapat dilaporkan kepada POSH Committee antara lain sentuhan, perkataan, maupun candaan yang bernada seksual.

“Jika ada karyawan kami yang merasa mengalami pelecehan seksual maupun bullying selama ia menjalankan tugasnya, mereka bisa melaporkannya kepada atasannya terlebih dahulu. Dari atasan, akan diteruskan ke pihak HR,” jelas Ardhini Retno Putri, Junir HR Manager Wipro Unza Indonesia.

Baca Juga: 4 Tips Menangani Pelecehan Seksual di Kantor

Wipro Gaungkan Kampanye #beranibicara

Sumber : Wipro Unza Indonesia

Tak hanya menyediakan wadah untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan para karyawan, melalui program POSH karyawan juga diedukasi untuk mengetahui bentuk-bentuk pelecehan seksual dan bentuk aktivitas yang dapat dikategorikan sebagai tindak bullying. Para atasan juga diingatkan untuk lebih peduli kepada permasalahan karyawan.

Melalui kampanye #beranibicara, Wipro Unza Indonesia mendukung seluruh karyawannya untuk speak up mengenai ketidaknyamanan yang dirasakan di tempat kerja.

Training POSH yang dilakukan kepada karyawan Wipro Unza Indonesia
(Sumber: Wipro Unza Indonesia)

“Tidak semua perusahaan melakukan hal seperti ini untuk melindungi karyawannya, terutama kepada karyawan perempuan yang lebih rentan terkena pelecehan seksual maupun tindak bullying,” tambah Ardhini.

“Karena produk kami sebagian besar ditujukan untuk perempuan, maka sebagai perusahaan kami merasa harus melindungi sesama perempuan.”

Dengan program Prevent Of Sexual Harassment, Wipro Unza Indonesia ingin menjadi tempat yang menawarkan kenyamanan, tanpa harus takut mengalami pelecehan seksual dan bullying.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here