LinkAja: Dompet Digital yang akan Meramaikan Ranah Fintech

LinkAja
Sumber : Media BUMN

Beberapa tahun belakangan ini, masyarakat tanah air pasti sudah tak asing lagi dengan layanan OVO dan Gopay. Kedua layanan dompet digital tersebut memang terus bersaing untuk meraih hati pelanggan. Seakan tak mau kalah, pemerintah Indonesia berencana merilis layanan serupa yang merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN. Produk dompet digital yang akan meramaikan ranah fintech tersebut diberi nama LinkAja.

Sambil bersiap menyambut dan menggunakan LinkAja, simak dulu yuk ulasannya berikut ini

Deretan BUMN yang Memprakarsai LinkAja

LinkAja
Sumber : CNBC Indonesia

Beberapa BUMN terlibat sebagai pemegang saham LinkAja diantaranya yaitu :

  • Bank Mandiri (20%)
  • Bank Negara Indonesia (BNI) (20%)
  • Bank Rakyat Indonesia (BRI) (20%)
  • Bank Tabungan Negara (BTN) (7%)
  • Pertamina (7%)
  • Jiwasraya (1%)

Sistem Pembayaran Praktis untuk Mendukung BUMN

LinkAja
Sumber : CNN Indonesia

LinkAja akan menjadi layanan dompet digital yang beroperasi dengan sistem QR Code. Menurut Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, pembentukan produk fintech tersebut diharapkan dapat mendukung kinerja BUMN. Gatot juga menjelaskan bahwa tujuan utamanya bukan untuk menjadi pesaing OVO dan Gopay. Namun, basis pelanggan yang besar jelas membutuhkan ekosistem baru. Sehingga sistem pembayaran QR Code tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat.

Baca Juga : Tawarkan Kemudahan Transaksi, DANA Ingin Jadi Pemimpin di Ranah Dompet Digital

T-Cash akan Menjadi LinkAja

LinkAja
Sumber : Tekno Kompas

Posisi Telkomsel sebagai pemegang saham terbesar ternyata akan dibarengi dengan migrasi T-Cash. Nantinya, T-Cash akan berubah menjadi LinkAja. Para pengguna T-Cash bisa menggunakan layanan dompet digital tersebut secara mudah. Perubahan terjadi bukan tanpa pertimbangan matang. Telkomsel merupakan pihak yang paling siap mendukung infrastruktur dan proses pengembangan LinkAja. Hal tersebut juga dianggap akan mempermudah proses promosi. Karena masyarakat sudah sangat familiar dengan layanan T-Cash.

Kehadiran produk fintech asli negeri sendiri diharapkan mampu mendukung perkembangan transaksi digital di tanah air. Sehingga masyarakat tergerak melakukan transaksi cashless dengan proses yang lebih mudah.

Hingga pertengahan Februari 2019, proses perizinan LinkAja masih dalam tahap pengajuan ke Bank Indonesia (Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran). Layanan produk digital tersebut rencananya akan diluncurkan pada Maret 2019. Semoga kehadirannya sarat manfaat untuk mendukung perkembangan era cashless di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here