Sudah Saatnya Kamu Lolos Interview Kerja dengan Metode STAR

Tak bisa dipungkiri mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Tingkat kompetisi semakin sengit, sehingga kamu harus memiliki strategi sukses wawancara kerja agar lolos serangkaian tes lain. Metode STAR bisa digunakan sebagai strategi lolos wawancara kerja.

Metode STAR ini membantu kandidat kerja untuk menjawab pertanyaan dari tim rekruter. Terutama terkait pertanyaan behavioral interview question yang mengharuskan kandidat untuk memberikan contoh berdasarkan pengalaman yang menggambarkan situasi ketika menyelesaikan permasalahan dengan skill tertentu.

Situation

Poin penting sebelum kamu menggunakan metode ini adalah menemukan contoh pengalaman dengan situasi yang relevan dengan konteks. Setelah memilih contoh yang paling relevan, maka ini saatnya kamu menggambarkan dengan efektif situasi yang ada dalam skenario tersebut.

Seringkali seorang pelamar menggambarkan situasi terlalu panjang dengan detail yang berlebihan, jelas ini adalah kekeliruan garis keras. Kamu hanya perlu menggambarkan situasi dengan singkat, padat dan jelas serta fokus pada challenge yang nantinya membuat kamu menonjol.

Baca Juga: Santai, Begini Cara Menjelaskan Pernah Dipecat Saat Interview Kerja

Task

Situasi yang kamu ceritakan tadi merupakan gerbang awal untuk kamu menjelaskan bagaimana kamu terlibat dalam situasi tersebut. Pada bagian task, kamu hanya perlu menekankan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabmudalam situasi tersebut, serta objektif yang sudah direncanakan sebelum benar-benar mengambil tindakan.  

Action

Setelah rekruter mengetahui tugas dan tanggung jawab kamu dalam skenario tersebut, kini saatnya mengetahui peranmu. Apa yang sudah kamu dilakukan untuk mencapai goals atau memecahkan masalah yang timbul di skenario tersebut?

Ini kesempatan untuk menunjukkan kontribusimu, bukan menekankan peran bos, tim atau rekan kerja. Bagian ini menjadi salah satu tahapan penting apakah kamu bisa sukses wawancara kerja atau tidak. Berusalahah memberikan informasi yang cukup terkait bagaimana gagasan-gagasan kamu menjadi salah satu jalan pintas dalam menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan perusahaan.

Daripada mengatakan, “Kami melakukan….”, lebih baik kamu menjelaskan dengan kalimat, “Saya melakukan….”. Pada tahapan ini, pewawancara akan sangat fokus untuk menilai kamu. Jadi cobalah untuk memberikan jawaban yang maksimal.

Result

Kesempatan emas selanjutnya bisa kamu dapatkan pada bagian result, yaitu saat kamu menjelaskan bagaimana tindakan tersebut bisa memberikan dampak positif terhadap perusahaan. Bagian ini juga seringkali menjadi bumerang bagi para pencari kerja. Pasalnya, jawaban terkait hasil kerjanya tidak tersampaikan dengan jelas.

Jika ada angka yang bisa kamu jelaskan sebagai data pendukung, maka jangan sungkan untuk menyebutkannya sebagai salah satu alat kuantifikasi. Metode ini bukan hanya membantu kamu sukses wawancara kerja, tapi kamu akan terlihat lebih profesional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here