Asal Tak Berlebihan, Ini Manfaat Makan Pedas untuk Kesehatan

Untuk kebanyakan orang Indonesia, rasa pedas pada makanan nampaknya menjadi teman sehari-hari. Ya, kurang afdol sepertinya bila kita tidak menyantap makanan tanpa menambahkan saus cabai, sambal, atau cabai. Memang, banyak orang yang menganggap bahwa makanan pedas memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Tapi, nyatanya, ada beberapa penelitan yang menunjukkan bahwa terdapat banyak manfaat makan pedas untuk kesehatan. Artikel yang dilansir dari bustle.com berikut akan menjelaskannya. Namun, jangan berlebihan dan terlalu sering ya!

Makanan Pedas Membuat Anda Sensitif terhadap Garam

Pernyataan tersebut berasal dari sebuah penelitian pada 2017 oleh American Heart Association, yang menyatakan bahwa menyantap makanan yang pedas mempermudah Anda mendeteksi garam pada makanan. Makanan penas membuat Anda  sangat sensitif terhadap garam sehingga Anda secara naluriah mengurangi penggunaan garam yang mana dapat menurunkan tekanan darah.

Memungkinkan untuk Memiliki Umur Panjang

Menurut data 2017 dari Larner College of Medicine di University of Vermont, para ilmuwan mengamati 16.000 orang Amerika selama 23 tahun, dan menemukan bahwa orang yang mengonsumsi cabai atau makanan pedas berpotensi memiliki umur panjang. Penelitian tersebut mendapatkan adanya penuruan 13 persen dalam kemungkinan kematian dini. Hal ini karena makan banyak makan cabai tampaknya dapat melindungi seseorang dari serangan jantung dan stroke.

Baca Juga: Begini Cara Mengidentifikasi Gejala Penyakit Stroke dan Cara Menanganinya

Dapat Menghambat Pertumbuhan Tumor Usus

Satu area di mana capsaicin telah menjadi fokus banyak perhatian adalah usus. Menurut sebuah studi tahun 2014 dari University of California San Diego, makanan pedas memiliki manfaat jangka panjang bagi kesehatan usus kita. Penelitian ini menggunakan capsaicin dalam menu makan tikus, dan menemukan sel-sel di dinding usus menjadi sangat terstimulasi ketika mereka terpapar capsaicin.

Sel-sel tersebut selanjutnya melawan perkembangan tumor di usus besar dan rektum. Apakah ini berlaku juga pada manusia? Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, tetapi hasil tersebut membuka harapan terutama bagi mereka yang suka makan pedas.

Merileksasikan Pembuluh Darah

Pada 2010, Cell Press menerbitkan karya yang mengindikasikan bahwa capsaicin dalam cabai mengurangi tekanan darah sehingga pembuluh darah lebih “rileks” dengan memblokir gen yang cenderung membuat pembuluh darah kita lebih berkontraksi, menghentikan efeknya, dan memperluas pembuluh darah, sehingga aliran darah lebih baik. Hasilnya, tekanan darah menurun dan dan suplai darah yang lebih baik ke sel-sel Anda.

Melawan Kolesterol Buruk

Para ilmuwan pada tahun 2012 menemukan bahwa capsaicin memecah kolesterol “jahat” dalam darah sambil membiarkan kolesterol “baik” tetap utuh, yang memiliki efek langsung pada tingkat tekanan darah dan kesehatan Anda secara keseluruhan. American Chemical Society menjelaskan pada 2012 bahwa capsaicin dapat menurunkan kadar kolesterol dengan mengurangi akumulasi kolesterol dalam tubuh dan meningkatkan pemecahan dan ekskresi dalam tinja.

Meringankan Nyeri Sinus

Punya peradangan sinus yang buruk? Menurut sebuah studi pada 2011, semprotan hidung termasuk capsaicin menjadi salah satu cara terbaik untuk meringankan rasa sakitnya. Hasil dari penelitian kecil terhadap 44 orang yang menggunakan campuran plasebo dan capsaicin dan memiliki sejarah panjang masalah hidung tidak terkait dengan alergi.

Percobaan tersebut ternyata berhasil dan orang merasa lega kurun satu menit ketika mereka menggunakan semprotan capsaicin, dan efeknya bertahan lebih dari satu jam. Tapi, Anda harus berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum mencobanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here