Hati-Hati, Makanan-Makanan Ini Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Kanker!

meningkatkan risiko kanker
sumber: sedapkuliner

Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan aktif mengonsumsi minuman beralkohol memang bisa meningkatkan risiko kanker. Tapi tahukah Anda, bahwa beberapa makanan ternyata juga memiliki efek yang sama? Walaupun tidak ada makanan yang secara khusus menyebabkan kanker, beberapa metode memasak, teknik penanaman dan beberapa bahan telah diketahui memiliki hubungan dengan kemunculan beberapa penyakit mematikan. Namun, hal itu bukan berarti Anda harus berhenti makan makanan kesukaan Anda. Hal ini justru malah bisa berujung pada pelampiasan dan makan dalam jumlah yang sangat banyak nantinya.

Dan menurut ahli nutrisi bersertifikat dan wakil presiden bidang riset dan pengembangan di Ritual, Luke Bucci, pada saat mengonsumsi makanan sebaiknya dalam porsi yang sewajarnya.

“Cobalah untuk makan sesuatu dalam jumlah sewajarnya, sambil tetap menyantap sayuran segar, seperti brokoli,” ujar Bucci.

Setelah mengetahui informasi di atas, berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya Anda batasi konsumsinya karena bisa meningkatkan risiko kanker, seperti yang dilansir dari laman Women’s Health.

Makanan yang Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker

1. Makanan Kaleng

Menurut hasil riset di Enviromental Research Journal, kaleng yang digunakan untuk mengemas makanan kaleng mengandung bisphenol-A (BPA), yang telah terbukti bisa merusak DNA. Hal ini bisa memperbesar risiko Anda menderita beberapa jenis kanker dan juga diabetes tipe 2. Jadi ketika Anda hendak membeli makanan kaleng, sebaiknya cek terlebih dahulu label kemasannya, dan pilihlah yang memiliki label “BPA-free” atau “Bebas BPA.” Batasi juga konsumsi makanan kaleng Anda dan jangan sampai lebih dari satu porsi per hari.

Baca Juga: Waspada, Inilah Kebiasaan Buruk yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

2. Daging Merah

Daging ayam atau kalkun panggang bisa jadi alternatif sumber protein yang baik untuk membangun otot. Berbeda dengan daging merah atau produk daging olahan yang justru tidak memberikan terlalu banyak manfaat. Beberapa daging olahan seperti sosis dan bacon, dibuat menggunakan nitrat yang bersifat karsinogenik. Hal ini berdasarkan analisis di tahun 2015 dari International Agency for Research on Cancer. Analisis ini juga mengatakan bahwa daging merah telah dihubungkan dengan kanker perut, kolorektal dan pankreas.

3. Acar

Sumber: veroathome

Banyak orang yang cukup menyukai acar-acaran karena rasanya yang tajam. Namun, Bucci mengatakan acar telah dihubungkan dengan kanker perut. Tapi di sisi lain, beberapa jenis acar seperti kubis dan kimchi juga memiliki bakteri probiotik yang baik untuk perut. Jadi, jangan juga benar-benar berhenti untuk mengonsumsi acar. Bucci menyarankan, jika ingin mengonsumsi acar gunakan juga rempah.