Pentingnya Manajemen Krisis Perusahaan untuk Menghadapi Risiko Tak Terduga

Bisnis memang tak selalu berlangsung mulus sesuai rencana. Ada saja faktor-faktor tak terduga yang rentan menyebabkan kegagalan, salah satu contohnya adalah pandemi virus corona atau Covid-19 yang mengganggu kestabilan berbagai sektor bisnis. Itulah sebabnya, semua bisnis harus melakukan manajemen krisis perusahaan yang tepat supaya dapat bertahan saat menghadapi berbagai risiko tak terduga.

Ulasan tentang manajemen krisis perusahaan berikut ini penting untuk para pebisnis dan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Pemahaman tentang manajemen krisis akan membuat kamu lebih sigap merencanakan mitigasi risiko.

Mengenal Faktor Pemicu Krisis yang Bisa Mengganggu Bisnis

Beberapa kondisi berikut ini wajib disikapi dengan manajemen krisis perusahaan yang tepat:

  • Wabah penyakit menular;
  • Bencana alam;
  • Perkembangan teknologi;
  • Peperangan atau terorisme;
  • Kelangkaan produk atau bahan baku produk;
  • Manajemen bisnis yang buruk.

Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Seluk Beluk Lead Magnet dalam Bisnis Modern!

Empat Fase pada Manajemen Krisis Perusahaan

Secara garis besar, manajemen krisis perusahaan membagi tahapan krisis menjadi empat fase, yaitu,

Gejala Krisis (prodormal)

Pada fase pertama ini, gejala krisis mulai tampak tetapi sebagian besar perusahaan tetap beraktivitas seperti biasa. Pengelola bisnis harus peka menyikapi gejala krisis supaya tidak menimbulkan dampak buruk yang lebih parah. Misalnya, menyimpan persediaan bahan baku dalam jumlah banyak untuk mengantisipasi kelangkaan atau kenaikan harga.

Akut

Fase akut membuat dampak krisis semakin jelas bagi perusahaan. Contohnya, perusahaan berusaha beroperasi seperti biasa meskipun penurunan omzet terus terjadi. Akibatnya, perusahaan harus tetap menyiapkan fixed cost meskipun pendapatan terus menurun.

Kronis

Kondisi kronis yang dialami sebagian besar perusahaan biasanya membuat pemerintah mulai turun tangan dalam mengatur kebijakan. Penentuan kebijakan tersebut sangat penting untuk mengatasi dampak buruk yang ditimbulkan akibat krisis.

Penyembuhan

Penyembuhan merupakan tahap yang paling dinantikan oleh para pebisnis. Pada situasi ini, kondisi krisis sudah berangsur-angsur normal dan perusahaan siap berbenah diri untuk kembali ke persaingan bisnis, terutama berbenah di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

Kesimpulannya, manajemen krisis perusahaan tak boleh dianggap remeh dan harus dijalankan secara cermat demi mendukung kelangsungan bisnis. Jangan sampai bisnis bangkrut begitu saja akibat kurang peka memprediksi dan mengantisipasi risiko yang datang dari berbagai faktor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here