Membangun Multi-Generational Team di Kantor Banyak Manfaatnya, Lho

Keberagaman usia menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk bisa membangun multi-generational team. Perdebatan tentang generasi mana yang lebih inovatif atau kurang paham teknologi tidak akan pernah usai karena sebenarnya, tiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Lalu, apa saja sih sebenarnya manfaat yang bisa didapat oleh perusahaan saat berhasil membangun multi-generational team di kantor?

Perspektif

Tiap orang memiliki perspektif yang berbeda ketika melihat sebuah masalah. Jika kamu bekerja dengan rekan kerja sebaya, paling tidak perspektif kalian tidak akan jauh berbeda. Namun ketika kamu bekerja dengan orang dengan rentang usia berbeda, akan ada perspektif yang berbeda saat menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah. Itulah salah satu keuntungan membangun multi-generational team di kantor.

Tentu saja, tidak ada yang salah dan benar ketika tiap generasi memandang sebuah masalah karena mereka telah belajar dari pengalaman hidup dan pengalaman kerja. Paling tidak, ketika sebuah tim harus menyelesaikan sebuah proyek, masing-masing orang memiliki ide yang secara aktif dapat membantu menyelesaikan proyek dengan cepat sehingga hasilnya lebih optimal.

Baca Juga: Punya Karier Mentok di Tempat kerja? Kenali Dulu Tanda-Tandanya

Inovasi

Usia hanyalah sebuah angka dan pola pikir tetaplah pola pikir. Kamu masih bisa tetap memiliki pola pikir tetap ketika berusia 22 tahun dan berkembang pada usia 50 tahun. Atau, kamu juga bisa memiliki pola pikir yang berkembang pada usia 22 tahun dan pola pikir yang tetap pada usia 50 tahun.

Jadi, usia individu jarang sekali berkorelasi. Untuk membangun multi-generational team, keberagaman usia juga berarti keberagaman pengalaman.

Kamu ingin seseorang di sebuah tim yang telah berpengalaman selama 20 tahun di dunia boardroom dealmaking. Tetapi, kamu juga menginginkan seseorang yang tumbuh pada era di mana profil membangun sosial media menjadi sebuah keharusan untuk membangun brand

Selain itu, kamu juga menginginkan seseorang yang tahu seperti apa skala usaha. Dan di saat yang bersamaan, kamu juga menginginkan orang yang ambisius untuk mencapai tujuan.

Nah, individu yang lebih tua cenderung memiliki skill luarbiasa dalam mengetahui cara membawa gagasan ke kehidupan. Sedangkan generasi yang lebih muda cenderung sangat berbakat memunculkan ide-ide menarik untuk bisa dihidupkan.

Generasi yang lebih tua tanpa generasi yang lebih muda akan cenderung basi, dan generasi yang lebih muda tanpa generasi lebih tua seringkali menjadi tanpa arah. Jika sukses membangun multi-generational team, hasilnya pun akan menjadi luarbiasa.

Leadership

Tidak bisa dipungkiri jika kamu berusaha untuk membuat rencana strategi yang harus dilakukan untuk bisa sukses pada waktu-waktu yang akan datang, kamu perlu dikelilingi oleh orang-orang yang ahli di bidang masing-masing dan bisa jadi dari berbagai generasi.

Bila selama ini kamu sukses membangun multi-generational team, akan menjadi sangat mudah untuk berusaha menyatukan persepsi untuk tujuan bersama. Biarpun masing-masing orang punya ide yang berbeda di kepala mereka, namun itu bukan menjadi halangan.

Pasalnya, ketika berkumpul kalian bisa menyamakan persepsi dan berusaha untuk mencari solusi dengan berbagai informasi, data, dan tujuan yang ingin dicapai. Pola pikir yang mengarah untuk kesuksesan bersama menjadi lebih penting daripada ngotot mempertahankan ide sendiri-sendiri.

Dan jika selama ini kamu melihat keberagaman usia di tempat kerja menjadi sebuah kesalahan, itu tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena pada akhirnya, tiap orang masih menjadi bagian dari tim kolektif yang akan bekerja sama untuk mencapai satu tujuan. Jika sukses, upaya untuk membangun multi-generational team di kantor pun bisa membuahkan hasil yang luarbiasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here