Rentan Membuat Depresi, Masalah Rumah Tangga Ini Sering Terjadi

Salah satu penyebab depresi pada seseorang adalah masalah rumah tangga. Masalah ini dianggap cukup serius karena dapat tertimbun atau pun terpendam bertahun-tahun lamanya hingga kelak bisa menjadi bom waktu. Apalagi berumah tangga bukan hal yang sepele.

Hidup dengan orang yang sama selama bertahun-tahun tentu dapat menimbulkan masalah tersendiri. Ketidakmampuan diri dalam menghadapi masalah-masalah itulah yang menyebabkan depresi rentan muncul.

Namun, masalah rumah tangga tidak selalu hal-hal besar. Beberapa masalah kecil yang terjadi berulang kali seringkali menjadi pemicu masalah lebih besar. Berikut ini masalah-masalah rumah tangga yang pasti dialami mereka yang sudah berumah tangga. Tentu saja butuh cara positif untuk menyikapinya.

Masalah Rumah Tangga Klasik: Keuangan

Benar adanya jika masalah ekonomi alias keuangan menjadi masalah paling klasik bagi setiap pasangan. Oleh sebab itu, jangan sepelekan hal ini sejak awal pernikahan. Bahkan, ada baiknya jika perihal keuangan dibicarakan jauh-jauh hari sebelum menikah.

Komunikasi menjadi kunci penting ketika masalah keuangan hadir dalam rumah tangga. Keterbukaan dua belah pihak dapat menghasilkan solusi yang tepat. Kuncinya, berusaha untuk hidup menyesuaikan penghasilan yang ada dan pastikan juga memiliki dana cadangan untuk masa tua kelak.

Perbedaan Pendapat Pasti Selalu Ada

Dua kepala yang memiliki pikiran masing-masing pasti akan menimbulkan perbedaan pendapat. Hal ini tidak dapat dihindari saat dua orang sudah memutuskan untuk berumah tangga. Suka tidak suka, mau tidak mau, perbedaan pendapat dalam rumah tangga pasti ada.

Baca Juga: 5 Hal yang Memicu Keretakan Rumah Tangga Karyawan, Sudah Tahu Belum?

Masalah rumah tangga ini bisa diredam ketika masing-masing orang memiliki kedewasaan untuk menghargai pendapat pasangan. Beradu argumen dengan cara tepat dapat menghasilkan win win solution.

Kebanyakan orang yang depresi karena beda pendapat ini biasanya karena kurang bisa meredam ego sendiri atau justru cenderung memendam pendapat hanya demi menyenangkan pasangan.

Komunikasi Kurang Baik Juga Menjadi Masalah Rumah Tangga yang Krusial

Kesibukan dua pihak membuat komunikasi jarang terbangun. Padahal, komunikasi menjadi pondasi penting dalam berumah tangga. Komunikasi yang tidak baik sering menyebabkan perselisihan antara suami dan istri karena kurangnya rasa saling memahami satu dengan yang lain.

Tanpa komunikasi yang baik, hubungan pasangan biasanya lebih mudah merenggang. Sebelum terlanjut larut dalam depresi karena masalah ini, ada baiknya masing-masing pihak meluangkan waktu untuk berkomunikasi.

Toh, kemajuan teknologi rasanya bisa menjadi solusi bagi mereka yang jarang bertemu karena kesibukan kerja.

Ketidakhadiran Anak Bisa Menimbulkan Depresi

Hal ini menjadi masalah yang paling sensitif dan kerap dialami oleh banyak pasangan. Di mata orang-orang Indonesia, sebuah rumah tangga yang bahagia ditunjukkan dengan kehadiran anak sebagai pelengkap dalam keluarga. Sementara itu, tidak semua pasangan langsung dianugerahi seorang anak selepas menikah.

Meski terkesan sepele, komentar basa-basi orang lain perihal anak bisa menimbulkan depresi. Jika tidak dibicarakan bersama-sama dengan bijak, masalah rumah tangga ini bisa menjadi bom waktu ketika suami dan istri justru saling menyalahkan. Ketika masalah ini muncul, ada baiknya kedua pihak duduk bersama dan saling menguatkan daripada hanya menyalahkan.

Kehadiran Mertua dalam Masalah Rumah Tangga Belum Tentu Baik

Saat muncul masalah dalam rumah tangga, tidak sedikit juga ada mertua yang merasa ingin membantu menyelesaikannya. Meski berniat melakukan hal baik, ternyata hal ini justru bisa menjadi pemicu pertengkaran suami dan istri. Bukannya membantu masalah, kadang kehadiran mertua justru memicu depresi bagi pasangan.

Kehadiran mertua bisa dijadikan sosok yang sekadar memberi saran dan pandangan. Akan menjadi masalah ketika mertua terlalu mengintervensi kehidupan pasangan. Idealnya, masalah dua orang harus diselesaikan oleh dua orang tanpa perlu campur tangan orang lain.

Kedewasaan dalam menghadapi masalah rumah tangga bisa menjadi patokan untuk mengambil keputusan. Jangan sampai masalah tersebut hanya dihindari untuk kemudian menjadikan kedua pihak depresi. Percayalah, tiap masalah pasti ada penyelesaian terbaik jika dipikirkan bersama-sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here