Mask Anxiety: Kecemasan yang Terjadi Saat Harus Menggunakan Masker

Kecemasan berlebihan bisa terjadi karena berbagai faktor pemicu. Salah satu pemicu terbaru yang menyebabkan kecemasan di masa pandemi adalah keharusan menggunakan masker. Bentuk kecemasan tersebut dikenal dengan istilah mask anxiety.

Mask anxiety memang belum terlalu populer bagi masyarakat. Padahal, sebenarnya kecemasan tersebut dialami banyak orang dan kerap tak disadari. Yuk, mengenal gangguan kecemasan tersebut lebih dekat agar kamu bisa mengatasinya secara efektif bila hal tersebut terjadi pada dirimu.

Apa yang Dimaksud dengan Mask Anxiety?

Secara harfiah, mask anxiety dapat diartikan sebagai rasa takut atau cemas yang berlebihan saat menggunakan masker. Biasanya kondisi tersebut rentan dialami oleh orang-orang yang memiliki riwayat fobia terhadap ruang sempit (lazim disebut claustrophobia).

Namun, kecemasan berlebihan ketika menggunakan masker juga bisa dirasakan orang-orang yang pernah mengalami hal buruk, misalnya sesak napas dan pusing selama memakai masker.

Baca Juga: Work Anxiety Rentan Mengganggu, Yuk Kenali Gejalanya Sejak Dini!

Bagaimana Gejalanya?

Setiap orang yang mengalami mask anxiety dapat merasakan gejala yang berbeda-beda. Beberapa gejala yang paling sering terjadi antara lain:

  • Gangguan psikologis seperti perasaan resah, stres, mudah emosi, dan kurang fokus.
  • Gangguan fisik berupa sesak napas, pusing, berkeringat, dan rasa sakit pada dada.
  • Bila dibiarkan begitu saja, kecemasan terhadap penggunaan masker dapat menyebabkan kelelahan hebat dan mengganggu produktivitas orang yang mengalaminya.

Cara Efektif Mengatasi Kecemasan akibat Masker

Jangan menyerah dulu bila kamu termasuk orang yang mengalami mask anxiety. Mari mengatasi kecemasan tersebut dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Mulailah mencoba berbagai jenis masker yang bahannya berbeda-beda. Sehingga kamu dapat menentukan jenis masker yang paling nyaman dan tidak mengganggu aktivitasmu. Kamu juga dapat memilih masker dengan motif atau warna yang menarik agar merasa lebih fashionable saat menggunakannya.
  • Kebiasaan menggunakan masker harus dimulai di rumah. Kamu wajib memakai masker selama beberapa saat. Bila kamu mulai terbiasa, cobalah meningkatkan durasi pemakaian masker hingga akhirnya kamu siap memakai masker selama beraktivitas di luar rumah.
  • Kalau gejala kecemasan yang terjadi padamu sudah terasa berlebihan dan sangat mengganggu, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog untuk mengatasi hal tersebut. Psikolog akan menyarankan terapi psikolog kognitif atau terapi eksposur yang bermanfaat mengurangi gejala kecemasan akibat penggunaan masker.

Jangan biarkan mask anxiety membuat kamu semakin berisiko terkena wabah penyakit menular. Patuhilah protokol kesehatan selama beraktivitas, terutama sewaktu kamu berada di luar rumah bersama banyak orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here