Duh, Terlalu Sering Bermain Media Sosial Berpotensi Idap Gangguan Jiwa

Media sosial memang mendatangkan sejumlah manfaat positif, mulai dari penyebaran informasi yang cepat, melihat tren kekinian, serta mendekatkan hubungan pertemanan penggunanya. Sayangnya, di balik semua manfaat tersebut terselip beberapa dampak negatif.

Salah satu dampak negatif yang cukup menghawatirkan adalah adanya potensi gangguan jiwa yang mengintai para pengguna media sosial. Hal ini juga diperkuat dengan bukti medis yang mendukungnya. Berikut tiga di antaranya.

Narcissistic Personality Disorder (NPD)

Sejatinya, Narcissistic Personality Disorder masuk ke dalam jenis gangguan jiwa yang cukup memprihatinkan. Pasalnya, para pengidap gangguan NPD kerap membanggakan dirinya sendiri secara berlebihan. Alhasil, penderita NPD akan sering mengekspos dirinya di media sosial.

Sebagai sarana pelampiasan para pengidap NPD, media sosial juga menjadikan gejala NPD semakin buruk. Hal ini disebabkan karena media sosial akan menjadi magnet secara psikologis, sehingga para penderita NPD akan semkain terpacu untuk mengekspos dirinya sendiri.

Dalam konteks yang parah, penderita NPD bisa saja mengekspos hal yang vulgar terkait dirinya, serta orang-orang disekitarnya. Mereka tidak akan bisa berpikir jernih untuk menyaring konten yang mereka unggah di media sosial. Duh, serem ya.

Baca Juga: https://magazine.job-like.com/unfollow-teman-toxic-di-media-sosial/

Body Dysmorphic Disorder (BDD)

Body Dysmorphic Disorder juga termasuk ke dalam jenis gangguan jiwa yang cukup berisiko. Penderita gangguan BDD biasanya akan merasa tidak percaya diri dengan kondisinya tubuhnya sendiri. Hal ini disebabkan oleh rasa kekhawatiran berlebih akibat sosial media.

Biasanya, masalah yang satu ini lebih banyak diidap oleh kaum wanita, namun tidak sedikit juga kaum adam yang mengidap masalah ini. Rasa tidak percaya diri memicu perasaan stres yang bisa berdampak mengerikan.

Dalam konteks terburuk, pengidap BDD akut bisa berakhir dengan bunuh diri. Hal ini disebabkan karena rasa tertekan akibat penampilannya yang sudah tidak logis lagi. Alhasil, mereka lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya daripada harus terlihat malu di media sosial.

Borderline Personality Disorder (BPD)

Tidak jauh berbeda dengan gangguan Body Dysmorphic Disorder, Borderline Personality Disorder juga termasuk jenis gangguan jiwa yang cukup memprihatinkan. Biasanya, pengidap gangguan BPD akan merasa bahwa dirinya berbeda dengan orang lain.

Awal mulanya, gangguan ini bisa muncul akibat peran media sosial. Penderita BPD biasanya kerap merasa terasingkan karena dirinya tidak pernah diundang dalam acara yang diselenggarakan oleh teman-temannya yang diinfokan melalui media sosial.

Biasanya hal ini hanya membuat kecewa atau marah, namun jika berkepanjangan, hal ini bisa mendatangkan gangguan BPD. Alhasil, penderitanya kerap merasa stres, dan bisa berakhir dengan bunuh diri karena selalu diasingkan oleh lingkungan sekitarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here