Mekari: Majukan Potensi UMKM di Indonesia melalui Inovasi Teknologi

Mekari Siap Dampingi UMKM untuk Hadapi Tantangan Digitalisasi

Pemanfaatan teknologi dewasa ini umum diterapkan di segala sektor, tak terkecuali bisnis. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pebisnis dengan memanfaatkan inovasi teknologi mulai dari pemasaran digital, optimasi proses bisnis, pengembangan produk, serta pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Namun nyatanya, pemanfaatan teknologi oleh pelaku Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih sebatas pada aktivitas pemasaran seperti penggunaan media sosial dan website. Padahal, masih banyak yang dapat dieksplor dari hadirnya produk-produk teknologi.

UMKM di Indonesia merupakan sektor yang menyumbang pendapatan negara dan berdampak pada perekonomian negara. Kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia mencapai 64 persen atau sekitar Rp 850 triliun setiap tahunnya pada Produk Domestik Bruto (Data: Badan Pusat Statistik tahun 2017).

Sayangnya, belum semua UMKM di Indonesia tersentuh oleh internet dan teknologi. Melihat hasil studi yang dilakukan Deloitte, dari 56,5 juta unit usaha di Indonesia baru sekitar 9 persen UMKM yang telah menggunakan teknologi digital dalam operasional bisnisnya secara keseluruhan. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh McKinsey bisnis kecil dan menengah yang memanfaatkan teknologi dalam operasionalnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan negara sebesar 2 persen.

3 Perusahaan Ini Melihat Peluang dari Penggunaan Teknologi untuk UMKM

Mekari : Majukan Potensi UMKM di Indonesia melalui Inovasi Teknologi
Dari kanan ke kiri :
Daniel Witono, Chief Product Officer Mekari, Anthony Kosasih, Chief Operation Officer Mekari, dan Suwandi Soh, Chief Executive Officer Mekari

Upaya meningkatkan potensi ekonomi bisnis kecil dan menengah melalui teknologi disadari betul oleh Talenta (HR System Advanced), Sleekr (HR System), Jurnal (Accounting System), dan Klikpajak (Online Tax Platform). Keempat platform ini sepakat melakukan konsolidasi dan memunculkan nama baru yaitu Mekari. Konsolidasi keempat perusahaan ini telah berlangsung selama 1 tahun terakhir. Visi Mekari yakni mendukung digitalisasi UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi.

“Mekari memiliki empat produk. Talenta mengurus HR yang lebih kompleks, Sleekr menangani sistem HR yang lebih sederhana, Jurnal mengurus pembukuan dan keuangan, serta Klikpajak untuk membantu masalah perpajakan. Secara operasional saat ini kami memiliki sekitar 360 karyawan, gabungan dari tiga perusahaan,” jelas Anthony Kosasih, Chief Operation Officer Mekari saat jumpa pers di Ayana Midplaza Hotel, Rabu (10/04).

Dengan adanya Mekari, perusahaan bisa menggunakan sistem HR, pengaturan keuangan (pembukuan), serta perpajakan secara daring dan mudah. Menurut CEO Mekari, Suwandi Koh, kehadiran Mekari diharapkan dapat membantu pebisnis, terutama pemain UMKM agar lebih mudah dan rapi mengurus “back office” di samping bisnisnya sendiri.

“Mekari itu berasal dari kata mekar yang artinya tumbuh. Sehingga, kami benar-benar ingin membantu para pebisnis kecil dan menengah untuk bertumbuh melalui produk-produk SaaS (Software as a Service) yang kami miliki,” tuturnya pada kesempatan yang sama.

Baca Juga: Mendongkrak Perkembangan Bisnis lewat Pemanfaatan Teknologi

Tak mudah bagi Mekari untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk SaaS di Indonesia. Karena, belum banyak yang aware mengenai manfaat dari ragam produk teknologi tersebut. Namun, Suwandi optimis Mekari mampu membantu lebih banyak pebisnis terutama dalam ranah UMKM.

“Di Indonesia, SaaS memang masih terbilang baru. Jadi, tantangannya bagaimana kita meningkatkan awareness masyarakat terutama para pebisnis mengenai manfaat dari penggunaan produk-produk Saas ini. Potensi ke depan masih sangat besar. Butuh waktu beberapa tahun, sampai terbentuk pasar yang signifikan. Tugas kami juga terus mempromosikan SaaS sehingga terbentuk pasar baru, pemain baru, agar semakin banyak yang aware mengenai teknologi ini,” lanjut Suwandi.

Apa kata CEO Mekari tentang upaya pemerintah untuk mendigitalisasi UMKM di Indonesia?

Mekari : Majukan Potensi UMKM di Indonesia melalui Inovasi Teknologi
CEO Mekari, Suwandi Soh

“Saat ini ada sekitar 9 sampai 10 persen pelaku UMKM yang sudah beralih ke digital atau mendigitalisasi sebagian operasional bisnisnuya. Target pemerintah ingin mendigitalisasi 8 juta UMKM di Indonesia. Ini merupakan suatu upaya yang baik, mengingat saat ini semua digerakkan oleh digital. Saat ini, bukan lagi terpikir bagaimana memasarkan produk melalui online atau bagaimana caranya memiliki akses ke online marketplace. Namun, bagaimana mensinergikan setiap operasional bisnis secara digital salah satunya mendigitalisasi pengalaman back office untuk memudahkan berjalannya bisnis di masa mendatang,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here