Mekari Siap Dampingi UMKM untuk Hadapi Tantangan Digitalisasi

Mekari Siap Dampingi UMKM untuk Hadapi Tantangan Digitalisasi

Menurut data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dalam 5 tahun terakhir kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84 persen hingga 60,34 persen. Agar dapat terus berkembang dan tidak tertinggal, para pelaku UMKM ini sesegera mungkin harus menyetarakan diri dengan kemajuan teknologi.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh McKinsey, adopsi teknologi dapat mendorong pertumbuhan UMKM hingga dua kali lipat. Adopsi teknologi digital yang maksimal mampu mendorong UMKM untuk terus berinovasi dalam melahirkan produk dan jasa. Sehingga, dapat meningkatkan produktivitas bisnis.

Untuk mendukung perkembangan UMKM berbasis teknologi, Mekari sebagai penyedia platform bisnis berbasis cloud baru saja menyelenggarakan Mekari Conference, Kamis (25/04), di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan. Mengusung tema Powering Indonesia SMEs with Technology, Mekari ingin membantu UMKM meningkatkan daya saing di kancah global.

“UMKM di Indonesia sudah berusaha memanfaatkan teknologi digital dan internet tetapi baru masuk di pemasaran dan penjualan saja. Sedangkan, pertumbuhan e-commerce di Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh 18 kali lipat hingga tahun 2030. Bisnis UMKM akan lebih efisien dan menguntungkan dengan penggunaan platform digital di belakangnya untuk mengurus masalah HR, payroll, dan pajak,” kata Suwandi Soh, CEO Mekari.

Baca Juga: Mekari: Teknologi Solusi HR Dimulai dari Rp 20 Ribu

Transformasi digital dibagi ke dalam empat tahapan (CISCO APAC SMB Digital Maturity Index 2019). Pertama, tahapan Digital Indifferent,ketika bisnis sudah mulai sadar terhadap perubahan pasar namun masih belum memanfaatkan teknologi digital. Kedua, Digital Observeri, ketika bisnis sudah mulai menggunakan teknologi digital secara taktis dan fokus kepada proses otomatisasi.

Ketiga, Digital Challenger, ketika bisnis sudah menggunakan teknologi digital secara strategis dan proses utama dalam pengoperasian bisnis sudah terotomatisasi dengan baik. Keempat, Digital Native, ketika bisnis telah siap untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan dengan strategi digitalisasi yang terintegrasi.

“Ada beberapa hal yang menjadi kendala UMKM ketika ingin bermigrasi dari bisnis offline ke online. Pertama, masalah mendapatkan akses pemodalan. Kemudian UMKM ini juga bingung bagaimana untuk mempromosikan produknya? Karena belum sepenuhnya para UMKM ini melek internet,” jelas Sharif Lukman Mahfoedz, Group Head Enterprise Product and Marketing PT XL Axiata Tbk.

“Ketiga, masalah infrastruktur yang belum merata di Indonesia. Namun, saya optimis mengingat Indonesia merupakan negara yang cukup adaptif,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Oki Daniar, Vice President Retail Deposit Product & Solutioon Bank Mandiri. Hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menggelontorkan pembiayaan kepada lebih dari 27 ribu nasabah UMKM dengan nilai mencapai Rp 55 triliun.

“Kami melihat perkembangan teknologi informasi saat ini diikuti proses digitalisasi dan otomatisasi dalam berbagai aspek kehidupan sebagai sebuah kesempatan bagi dunia usaha. Mekari Conference ini saya rasa sangat positif untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM,” jelasnya.

“Lebih dari 2.000 peserta menghadiri Mekari Conference 2019. Animo peserta menjadi indikator bahwa UMKM di Indonesia memang ingin bertransformasi dan go digital untuk memajukan bisnisnya. Mekari optimis dapat terus berkomitmen dan menjadi wadah bagi UMKM dalam mempersiapkan dan mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi digital.”

Suwandi Soh, CEO Mekari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here