Masih Nekat Multitasking dengan Smartphone? Simak Bahaya dan Cara Mengatasinya Berikut!

Masih Nekat Melakukan Multitasking Dengan Smartphone? Ini Bahaya dan Cara Mengatasinya
Sumber: Digitaltrends

Menulis pesan atau chatting sambil berjalan atau mengemudi cukup berbahaya, namun masih banyak orang yang melakukannya. Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Accident Analysis and Prevention, menunjukkan statistik signifikan atas kasus kecelakaan akibat penggunaan ponsel. Dan faktanya, otak memang tidak didesain untuk melakukan multitasking dengan smartphone.

Otak Tidak Dirancang untuk Melakukan Multitasking dengan Smartphone

Sederhana, Inilah 5 Cara Menjadikanmu Tetap Relevan Di Bursa Kerja!
Sumber : Pixabay

Multitasking adalah Aktivitas Berisiko

Menurut Paul Atchley, PhD., seorang psikolog di University of South Florida yang mempelajari texting dan driving, mengatakan bila ponsel kita lebih dari sekadar sistem drug-delivery yang mirip dengan morfin dan mudah diakses. Hal ini dikarenakan Anda hanya perlu menekan tombol ponsel dan langsung bisa meredakan ‘nyeri’.

Alih-alih menghilangkan nyeri, email, mengirim pesan, panggilan telepon, dan sosmed, hal ini justru memberi kita ‘hantaman’ dopamin, yaitu hormon rasa nyaman yang menerangi pusat reward pada otak yang membuat kita makin menginginkan. Hal ini sama seperti hormon yang didapatkan ketika mengonsumsi makanan manis.

Banyak orang yang merasa masih bisa melakukan multitasking saat menggunakan smatphone. Mengemudi sambil melihat peta, memeriksa status Instagram atau sosmed lain, atau sambil menonton televisi. Menurut Adam Gazzaley, M.D., Ph.D., seorang profesor neurology, psikolog dan psikiatri di University of California, San Fransisco, otak kita sebenarnya tidak dapat fokus melakukan 2 hal yang membutuhkan konsentrasi sekaligus.

Baca Juga: Waspadalah, Tipe-Tipe Smartphone Ini Ternyata Memiliki Tingkat Radiasi yang Sangat Tinggi

Cara Membantu Otak untuk Fokus

Otak tidak dapat secara maksimal bisa melakukan multitasking dan bahkan tidak memproses apa yang ada di depan mata. Dan berikut cara untuk mengatasinya.

  1. Buatlah keputusan untuk mengabaikan perangkat smartphone sebelum Anda keluar rumah saat berkendara. Dorongan psikologis menjadi satu hal penting pada saat kita mengambil keputusan ketika awalnya telah menetapkan tujuan atau goal. Agar Anda tidak melakukan multitasking dengan smartphone saat berkendara, buatlah sebuah kebiasaan baru untuk menyembunyikan atau menyimpan smartphone di tas. Atau, alihkan ke ‘flight mode’ ketika Anda sedang berkendara dan berjalan sehingga Anda tidak akan tergoda untuk mengambilnya saat mendengar notifikasi. Bila Anda perlu tetap terhubung dengan pekerjaan atau rumah, ambil atau berhenti berjalan lalu periksa smartphone Anda.
  2. Luangkan waktu tanpa smartphone. Menurut Dr. Gazzaley, ada kalanya Anda melihat smartphone karena merasa bosan atau cemas, sehingga penting bagi Anda untuk berlatih merasa nyaman ketika perasaan tersebut muncul. Bila Anda memberi perhatian pada apa yang terjadi pada tubuh dan pikiran saat bosan atau cemas, Anda bisa banyak belajar dan Anda akan berlatih bagaimana untuk menghindari meraih ponsel secara spontan.
  3. Berbicaralah. Semakin banyak orang yang diam-diam mendengus ketika berada di mobil bersama dengan teman, atau saat naik taksi dan berjalan dengan orang lain di samping kita. Ini adalah waktunya bagi Anda untuk memulai percakapan dan ngobrol. Cara ini paling tidak bisa menghindari Anda untuk melakukan multitasking dengan smartphone saat beraktivitas.
  4. Melakukan Multitasking secara strategis. Tidak dapat dipungkiri bila banyak orang yang suka melakukan multitasking dengan smartphone. Misalnya ketika sedang melakukan rapat yang terasa membosankan, kita membuka email atau melihat-lihat toko online bila ada barang-barang yang dianggap perlu untuk dibeli. Menurut Dr. Gazzaley, Anda bisa melakukan hal ini dan beri otak Anda apa yang ia mau untuk ‘pukulan’ dopamin. Namun pastikan Anda melakukannya ketika keselamatan Anda tidak ada dalam kondisi bahaya. Melakukan multitasking dengan smartphone saat mengemudi adalah big no-no dan Anda harus berhenti meneruskan kebiasaan tersebut.

Beri komentar Anda tentang artikel ini