Menuai Kritik, Melania Trump Tampil Bak Kolonial Eropa saat Kunjungi Afrika

melania trump

Setelah menuai kontroversial akibat mengenakan jaket Zara yang bertuliskan bertuliskan  “I really don’t care, do u?” saat menemani Donald Trump mengunjungi anak-anak imigran di Texas, kini Melania Trump hadir dengan kontroversi terbarunya yang masih berkaitan dengan pilihan busananya.

Kini Melania Trump terekam tengah mengenakan topi safari atau pith helmet untuk menutupi rambut panjangnya yang digerai saat kunjungannya ke Kenya pada 5 September lalu.  Tidak hanya itu, Melania juga mengenakan kemeja putih yang diselipkan ke dalam celana panjang coklat plus sepatu boot kulit coklat yang ia anggap sesuai untuk menemani aktivitasnya di Afrika.

Namun sayangnya, penampilan tersebut telah menuai kontroversi yang disampaikan banyak pengamat karena mengingatkan pada penjajahan Eropa yang mengeksploitasi Afrika dan India pada awal abad ke-19.

Baca Juga: Menuai Banyak Kritikan, Ini 4 Pakaian Paling Kontroversial Melania Trump

Berbicara kepada pers di Mesir setelah melakukan tur Afrika empat negara pada hari, first lady Amerika Serikat itu pun  akhirnya angkat bicara. Dalam kesempatan tersebut ia berkata,

“Saya berharap orang-orang akan fokus pada apa yang saya lakukan, bukan apa yang saya kenakan. Anda tahu, kami baru saja menyelesaikan perjalanan yang luar biasa. Kami pergi ke Ghana, kami pergi ke Malawi, Kenya, di sini kami berada di Mesir. Saya ingin berbicara tentang perjalanan saya dan bukan tentang apa yang saya kenakan,” ucapnya kepada wartawan.

Sumber: Business Insider

Kemudian ia melanjutkan, “Sangat penting apa yang kami lakukan, apa yang saya lakukan dengan bantuan Amerika Serikat, dan apa yang saya lakukan dengan inisiatif saya, dan saya berharap orang-orang akan fokus pada apa yang saya lakukan, bukan apa yang saya kenakan.”

Namun nasi telah menjadi bubur, kritik sudah banyak disampaikan oleh orang-orang melalui twitter. Seperti misalnya seorang sejarawan asal St. Lawrence University yang juga menjabat sebagai koordinator Studi Afrika, Matt Carotenuto. Matt mengatakan bahwa Melania sudah melengkapi stereotip yang sudah menyebar, seperti gajah, anak yatim, bahkan pith helmet.

Sumber: Twitter

Sementara itu, jurnalis Al Jazeera berbahasa Inggris Hamza Mohamed juga berkomentar melalui twitter. Cuitannya yaitu,”Melania Trump melanjutkan safari di Kenya dengan mengenakan pith helmet – simbol pemerintahan kolonial Eropa di seluruh Afrika.”

Sumber: Twitter

Baca Juga: Ini 5 Alasan Mengapa Anda Harus Berwisata ke Afrika

Masih banyak hal yang menyayangkan tersebut, sebab jika kunjungan panjangnya ke Afrika bertujuan untuk membangun hubungan baik, pemilihan busana Melania Trump dinilai berdampak sebaliknya. Apalagi, Donald Trump sempat berkomentar buruk tentang Afrika sebelum ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here