Intip Yuk, Strategi Gunakan Micro Influencer untuk Memasarkan Produk

Peran micro influencer semakin penting dalam memasarkan produk di Indonesia. Apalagi di era digital seperti sekarang ini. Influencer cenderung lebih dipercaya dibandingkan produsen produk itu sendiri.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 90 persen konsumen lebih percaya pada rekomendasi yang diberikan oleh konsumen lain dibandingkan rekomendasi yang diberikan oleh produsen produk itu sendiri.

Pasalnya, konsumen menganggap “konsumen lain” bukanlah bagian dari kampanye marketing produsen atau brand tertentu.

Berikut ini beberapa alasan lainnya mengapa Anda perlu mempertimbangkan menggunakan micro influencer, serta langkah-langkah yang perlu Anda lakukan agar kinerjanya bisa efektif.

Alasan Menggunakan Micro Influencer untuk Pasar di Indonesia

Selain rekomendasi konsumen lain lebih dipercaya, saat ini lebih banyak orang yang memilih untuk menghindar dari iklan, atau bahkan menon-aktifkan iklan di gadget mereka. Akibatnya, iklan menjadi semakin tidak efektif dalam memperkenalkan produk.

Baca Juga: Mengenal 4-1-1 Rule: Jangan Melulu Berpromosi di Medsos

Di sisi lain, biaya memproduksi iklan tidak sedikit. Sementara, menggunakan bintang iklan yang kebanyakan berasal dari kalangan selebritas, membutuhkan bujet yang besar jumlahnya.

Micro influencer tidak harus orang terkenal. Yang terpenting, para influencer memiliki jumlah fans atau followers yang banyak. Akan lebih baik jika mereka adalah organic followers.

Mencari Micro Influencer untuk Bisnis Anda

Ada beberapa cara untuk mencari micro influencer yang tepat bagi bisnis Anda. Salah satunya, menggunakan hashtag yang tepat pula. Misalnya, #makanansehatorganik lebih tepat dibandingkan #makanansehat. Carilah influencer yang memiliki setidaknya 500 ribu fans atau followers.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan aplikasi pencari micro influencer seperti Crowdfire, PersonaApp, dan Hypr.

Storytelling Lewat Micro Influencer

Storytelling merupakan salah satu strategi memperkenalkan brand yang sekarang sering digunakan oleh pemasar. Strategi ini digunakan karena mampu mendekatkan brand Anda di hati konsumen. Upayakan agar micro influencer juga menggunakan strategi ini sebagai bagian dari kampanye pemasaran Anda.

User Generated Content dan Hashtag yang Tepat

Micro influencer berasal dari “kalangan biasa”. Karenanya, apa yang mereka unggah di akun sosial media diyakini sebagai unggahan wajar dan bukan buatan.

Ini alasan rekomendasi influencer lebih dipercaya dibandingkan pemilik brand. Usahakan konten yang dibuat untuk kepentingan kampanye brand Anda juga merupakan konten yang apa adanya, dan tidak dibuat-buat.

Yang juga perlu diingat, sebuah hashtag sangat penting artinya dalam memperkenalkan sebuah brand. Pastikan Anda menggunakan hashtag yang tepat, baik di akun sosial media Anda, maupun di akun sosial media micro influencer.

Lakukan Kampanye Pemasaran yang Berkelanjutan

Micro influencer akan lebih efektif digunakan di sebuah kampanye pemasaran yang berkelanjutan atau dalam jangka waktu panjang. Pastikan Anda sudah menyiapkan segala sesuatunya sebelum melakukan kampanye ini. Baik dalam hal konsep, bujet, maupun jumlah micro influencer yang Anda gunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here