Influencer Marketing Nggak Boleh Sembarangan, Ini Penjelasannya!

Influencer marketing adalah salah satu cara suatu perusahaan untuk melakukan promosi brand atau produk dengan menggunakan influencer di media sosial. Kamu pasti sudah sering kan melihat beberapa influencer, baik di Instagram maupun YouTube, yang mempromosikan suatu brand kepada para followers-nya. Cara ini dianggap cukup efektif mengingat geliat media sosial makin menggila.

Namun, influencer marketing tidak bisa sembarangan loh. Perusahaan tetap butuh strategi tersendiri agar citra brand yang dimiliki bisa tersampaikan ke masyarakat. Berikut penjelasan singkatnya!

Perusahaan Harus Objektif dalam Menentukan Deskripsi Influencer Marketing

Pertama-tama, perusahaan harus punya deskripsi jelas tersendiri sebelum menentukan influencer yang akan dipilih. Misalnya, brand atau produk akan digambarkan seperti apa serta bentuk konten kreatifnya dibuat apa. Tanpa persiapan yang tepat, memanfaatkan jasa influencer pun menjadi sia-sia.

Perhatikan juga platform yang akan dipilih untuk berjualan. Pastikan kandidat influencer yang akan dipakai pun memiliki kelebihan tersendiri pada platform tersebut. Misalnya, jangan sampai ingin membuat konten video di YouTube sementara influencer tersebut sama sekali tidak punya channel YouTube.

Pilih Influencer Marketing yang Sesuai

Langkah selanjutnya, pilihlah influencer marketing yang sesuai. Perusahaan jelas tidak bisa sembarangan memilih influencer hanya berdasarkan kepopuleran semata. Coba gali kembali, apakah pesan-pesan yang hendak disampaikan brand benar-benar tercermin pada influencer tersebut

Influencer yang dipilih sebaiknya juga menjangkau demografi dari konsumen yang ditarget. Jadi, perusahaan betul-betul harus menganalisis dengan teliti bagaimana insight dan engagement dari influencer tersebut. Sesuaikan juga bujet yang akan dikeluarkan dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.

Baca Juga: Digital Marketing, Benarkah Hanya Sebatas “Jualan” di Medsos?

Gunakan Matriks Pengukuran yang Relevan

Matriks dasar yang jadi pedoman perusahaan tentu adalah reach dan engagement rate. Dua hal ini tentu penting untuk dijadikan referensi saat menganalisis influencer marketing. Namun, tambahkan juga beberapa matriks untuk menunjang kebutuhan pemasaran perusahaan selanjutnya.

Misalnya, apakah dengan reach yang tinggi hal tersebut sebanding dengan hasil penjualan? Jika belum, lakukan analisis pada penggunaan influencer yang dipilih. Ingat, jumlah followers banyak pun tidak menjadi seorang influencer memilik engagement rate yang baik ya.

Sampaikan Garis Besar Konten pada Influencer Marketing

Saat akan memakai jasa seorang influencer, berarti perusahaan butuh melakukan briefing mengenai konsep brand yang akan disampaikan ke calan konsumen. Namun, perhatikan pula untuk tidak terlalu mengintervensi influencer untuk membuat konten. Ingat, influencer juga menjadi orang yang paling tahu bagaimana cara paling efektif untuk berkomunikasi dengan followers-nya.

Cukup sampaikan objektif atau garis besar konten pada influencer. Kalau perlu, libatkan influencer untuk menyumbang ide agar konten makin menarik. Dengan kerja sama yang baik, sebuah konten kerja sama ini pun akan berjalan sukses.

Nah, sudah ada gambaran mengenai influencer marketing? Semoga informasi ini berguna untuk kamu yang bekerja di bidang marketing ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here