Sebagai Pemimpin, Lakukan Ini untuk Memperbaiki Budaya Perusahaan yang Tidak Sehat

memperbaiki budaya
Sumber : tapintosfaety

Budaya kantor tiba-tiba berubah menjadi tidak sehat begitu saja hanya karena ada beberapa karyawan yang tidak bertingkah baik. Sayangnya, budaya perusahaan seringkali berubah menjadi tidak sehat karena kepemimpinan tidak melihatnya atau begitu saja mengabaikan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Karena itu, kepemimpinan bisa menjatuhkan moral dan energi perusahaan, tetapi di saat yang sama juga bisa meningkatkan dan memperbaiki budaya perusahaan yang sebelumnya tidak sehat.

Sebagai bagian dari tim HR atau pihak manajemen, Anda berperan sangat besar dalam menjatuhkan atau memperbaiki budaya perusahaan. Lewat riset, ditemukan bahwa seringkali alasan mengapa karyawan tidak melaporkan perbuatan tidak menyenangkan di perusahaan adalah karena pelakunya biasanya manajer atau supervisor sehingga mereka percaya segalanya akan sia-sia. Jika Anda merasa Anda atau salah satu di tim Anda adalah penyebab budaya perusahaan menjadi tidak sehat, lakukan hal-hal berikut ini.

Strategi Memperbaiki Budaya Perusahaan Tidak Sehat

Terima Tanggung Jawab

tanggung jawab

Resolusi akan dimulai ketika kepemimpinan menemukan bagaimana tindakan atau kepasifan yang mereka lakukan memperburuk budaya perusahaan yang sudah tidak sehat tersebut. Coba pikirkan secara strategis dan bukannya merespon segalanya di bawah pengaruh stres. Para pemimpin sangat butuh mengenali rasa-rasa takut, rasa tidak aman, dan hambatan yang mereka miliki sebelum mengidentifikasi hal yang sama pada anggota tim yang lain. Karena itu, langkah pertama untuk memperbaiki budaya perusahaan yang buruk adalah merenungi dan menerima tanggung jawab Anda.

Baca Juga: Menggembirakan, 5 Kalimat Mesra Atasan Ini Ampuh Bikin Mood Karyawan Baik

Kesadaran terhadap kekurangan diri dan tanggung jawab pribadi adalah pertanda kepemimpinan yang efektif. Ini adalah sinyal kepada tim bahwa kepemimpinan mereka cukup menghormati mereka untuk mencoba memperbaiki masalah tersebut.

Petakan Poin-Poin yang Penting

resume untuk karir baru
Sumber : bestofme

Setelah Anda sudah memahami kekurangan Anda sendiri, kini Anda bisa menemui tim Anda. Coba petakan lima domain sosial yang bisa menyebabkan ketegangan di tempat kerja: status, kepastian, otonomi, keadilan, dan perasaan keterhubungan. Ini adalah kerangka kerja yang berguna dalam membimbing individu dan tim untuk berdiskusi dan menemukan apa yang sebenarnya terjadi. Model ini mengidentifikasi apa saja yang bisa membuat anggota tim jadi merasa terancam, dan akhirnya mengarah pada disfungsi tim.

Ini tanda-tanda yang harus diperhatikan:

  • Status: carilah orang-orang yang punya kecenderungan untuk bersikap penuh kuasa dan otoritas pada orang lain atau yang memperlakukan orang lain dengan tidak sopan di hadapan publik.
  • Kepastian: carilah mereka yang menggunakan informasi sebagai kekuatan. Menumpuk informasi kritis membuat tim jadi tidak efektif dan mengurangi kredibilitas individu.
  • Otonomi: identifikasi individu yang ragu atau tidak mau mendelegasikan dan selalu mengatur proyek hingga sedetail-detalnya, ini bisa berujung pada tak adanya kebebasan pribadi atau pilihan di antara tim.
  • Keterkaitan: cari perilaku berkelompok atau mengasingkan yang bisa membuat anggota-anggota tim lain merasa mereka tidak pantas berada di sana.
  • Keadilan: perhatikan keputusan yang dibuat pemimpin secara tidak jelas atau subjektif, dengan sedikit saja input dari anggota tim dan tak ada transparansi proses atau rasionalitas.

Untuk memperbaiki budaya perusahaan tidak sehat, carilah contoh perilaku verbal dan nonverbal untuk mengidentifikasi bullying di tempat kerja. Apakah ada yang cenderung mendominasi percakapan? Apakah ada yang komentarnya selalu diabaikan? Apakah ada yang menunjukkan bahasa tubuh penuh dominasi? Faktor-faktor ini sangat penting untuk mengetahui permasalahan.

Kembalikan Keselamatan Psikologis

Sumber : webmd

Langkah berikutnya untuk memperbaiki budaya perusahaan tidak sehat adalah dengan mengurangi rasa takut dan mengembalikan keselamatan psikologis. Coba taktik-taktik seperti:

  • Tingkatkan keterkaitan dan bangun kepercayaan dengan menciptakan kesempatan bagi para anggota tim untuk saling belajar satu sama lain.
  • Ciptakan norma kelompok untuk menghadapi konflik dan pertidaksetujuan.
  • Bagikan agenda sebelum rapat yang berfokus pada solusi dan hasil.
  • Komunikasikan gol-gol jangka pendek yang jelas bagi individu yang cocok dengan gol tim dan organisasi.
  • Berikan umpan balik berbasis solusi kepada anggota tim secara teratur.

Semoga sukses memperbaiki budaya tim!

Beri komentar Anda tentang artikel ini