Nggak Perlu Beli Kentang Lagi! Yuk, Tanam Kentang dalam Pot

Anda tengah dalam program menurunkan berat badan? Mengapa tidak mengubah pola makan dengan berhenti mengonsumsi nasi dan mengganti asupan karbohirat dengan kentang? Menariknya, Anda bisa lho menanam kentang di rumah meski tak memiliki pekarangan dan faktor geografis yang memadai. Tahukah Anda menanam kentang bisa menggunakan media pot? Ya, mudah dan terjangkau. Anda bisa memproduksi kentang sendiri sekarang. Caranya?

Sediakan Bibit Kentang dan Pot atau Wadah

Anda dapat menanam kentang dari bibit yang bisa diambil dari kentang yang sudah tua. Kentang tua akan menampakkan pertumbuhan tunas pada bagin kulitnya. Anda juga bisa “menciptakan” pertumbuhan baru dengan menyimpan kentang di tempat yang dingin dan gelap.

Tanamlah bibit tersebut di dalam pot bentuk organik yang bisa Anda beli di supermarket. Gunakan yang berukuran lebih dari 12 inch. Semakin besar wadah yang digunakan, kentang bisa lebih leluasa untuk tumbuh tanpa harus berdesak-desakan di dalam tanah.

Apapun wadah yang Anda pilih, pastikan untuk membuat sistem drainase yang bagus dengan membuat lubang pada bagian bawah sehingga air bisa mengalir dengan lancar setelah disiram.

Media Tanah dan Pupuk

Menggunakan media tanah berkualitas tinggi dapat mempercepat proses drainase, terutama bila Anda menggunakan pot atau wadah plastik. Tanah organik akan selalu menjadi pilihan terbaik. Namun, Anda juga bisa menggunakan tanah yang dicampur dengan kompos sebagai media untuk menanam kentang dalam pot.

Untuk masalah pupuk, Anda dapat mencampurkan pupuk organik dengan pelepasan lambat pada media tanah ketika kentang ditanam di pot. Saat kentang tumbuh lebih baik gunakan pupuk cair encer seperti emulsi ikan tiap dua minggu.

Baca Juga: 5 Makanan Berbahan Kentang yang Paling Lezat di Dunia, Ngiler Deh!

Air dan Sinar Matahari

Kentang tidak akan tumbuh dengan baik tanpa sinar matahari dan air. Oleh karena itu, tempatkan pot kentang pada area yang dapat menerima sinar matahari paling tidak 6-8jam sehari.

Tidak hanya itu, kentang juga perlu air secara konsisten sehingga Anda perlu menjadi pengamat kondisi tanah untuk mempertahankan keseimbangan, yaitu tanah tetap lembap, tetapi tidak menggenang. Jika terlalu kering, kentang akan mati. Begitupun bila terlalu basah, kentang akan membusuk.

Menambahkan Tanah, Pemberian Pupuk dan Penanaman Kentang

Isilah pot atau wadah setidaknya 10-16 cm tanah dalam pot. Bila tanah yang digunakan tidak termasuk pupuk, campurkan pupuk dengan pelepasan lambat sesuai dengan petunjuk pemakaian.

Salah satu manfaat memakai pupuk organik adalah dapat ditoleransi saat Anda tanpa sengaja menuang pupuk terlalu banyak. Namun, bila Anda mengunakan pupuk konvensional yang berlebihan, akan membakar tanaman dan merusak kentang. Selanjutnya, siapkan kentang untuk dikembangkan.

Sebagian orang harus menunggu sampai kentang bertunas, sebagian langsung menanamnya, memotong kentang dan membiarkannya selama beberapa hari, dan sebagian yang lain memotongnya, tepat sebelum ditanam.

Namun bila Anda punya kentang berukuran kecil, Anda tidak perlu memotongnya. Langsung saja ditanam. Setelah itu, timbun dengan tanah hingga 5 cm.

Ketika kentang sudah tumbuh hingga setinggi 10 cm, Anda perlu menambah tanah beberapa sentimeter yang dicampur dengan kompos. Anda perlu berhati-hati agar tidak merusak daun kentang.

Proses ini bisa diulangi selama beberapa kali sepanjang Anda menanam kentang dalam pot. Dengan perawatan tepat, Anda bisa panen kentang sendiri dalam beberapa bulan ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here