Turn Over Tinggi, Perusahaan Wajib Evaluasi Hal-Hal Ini!

Turn over tinggi belakangan ini mungkin sering dialami perusahaan-perusahaan yang mulai diisi oleh anak-anak milenial. Jika hal ini terus terjadi, bisa jadi ada sesuatu yang kurang sehat di perusahaan dan wajib untuk dievaluasi. Berikut beberapa penyebab turn over tinggi yang kerap dialami perusahaan.

Tawaran Gaji Lebih Baik adalah Penyebab Utama Turn Over Tinggi

Perusahaan perlu mengevaluasi apakah gaji yang diberikan kepada karyawan sudah sepadan dan layak dengan performa karyawan. Persaingan untuk mendapatkan sumber daya manusia terbaik kian ketat di era serba canggih ini. Salah satu hal yang sangat sulit ditolak adalah seputar nominal gaji.

Jika seorang karyawan sudah bekerja kerja dan memberikan kontribusi bagi perusahaan, tentu dia berharap ada kenaikan gaji yang signifikan. Apabila kemudian gaji yang diharapkan tidak sesuai ekspetasi, tentu dia akan mencari tempat lebih baik. Inilah yang menjadi penyebab utama turn over di suatu perusahaan bisa tinggi tiap tahunnya.

Turn Over Tinggi Bisa Juga Disebabkan oleh Beban Kerja Terlalu Tinggi

Selain masalah gaji, work life balance juga menjadi pertimbangan seseorang untuk pindah ke tempat kerja baru. Seberapa pun gaji besar yang diberikan perusahaan, seorang karyawan tentu akan merasa jenuh dan lelah jika kapastitas kerjanya semakin besar. Apalagi jika lembur yang dijalani mulai tak masuk akal alias hampir setiap hari.

Kesehatan mental kini menjadi isu utama bagi orang-orang pekerja. Bukan hanya kebutuhan akan pemenuhan ekonomi yang harus dipenuhi, tetapi juga ketenangan dalam bekerja. Jadi, jangan heran kalau perusahaan mengalami turn over tinggi akibat jam kerja yang gila-gilaan.

Baca Juga: 4 Hal yang Harus Kamu Ungkapkan Saat Evaluasi Kinerja dengan Bos

Hubungan Atasan dan Bawahan Kurang Harmonis atau Kompak

Turn over tinggi bisa juga disebabkan oleh hubungan antara atasan dan bawahan yang kurang baik. Mungkin perusahaan perlu mengamati perilaku karyawan yang keluar masuk, apakah mereka yang pergi memiliki atasan yang sama. Karakter dari seorang atasan sangat memengaruhi betah atau tidaknya seseorang bekerja.

Andai memang hubungan atasan dan bawahan kurang harmonis menjadi penyebabnya, ada baiknya perusahaan melakukan pendekatan dengan atasan tersebut. Coba gali bersama-sama hal-hal apa saja yang membuat karyawan cenderung tak betah. Ini dapat membantu HRD untuk mencari kandidat karyawan yang bisa sejalan dengan visi dan karakter atasan.

Budaya Perusahaan Tidak Sehat Menjadi Biang Turn Over Tinggi

Terakhir, budaya perusahaan yang tidak sehat juga menjadi masalah tersendiri. Apakah perusahaan sudah mampu memberikan fasilitas yang baik bagi perusahaan? Apakah lingkungan di sekitar karyawan mampu memberi energi positif, atau justru sebaliknya?

Hal-hal sederhana inilah yang menjadi pertimbangan seseorang untuk bertahan atau pergi dari perusahaan. Kalau sistem di perusahaan saja masih belum jelas, tentu turn over tinggi akan sering terjadi. Perusahaan sebaiknya berbenah dulu pelan-pelan sebelum berencana melakukan rekruitmen kembali.

Nah, apakah hal-hal tadi sering terjadi di perusahaan kamu? Turn over tinggi sebenarnya dapat diminimalkan dengan melakukan kontrol dan pengendalian dari dalam perusahaan terlebih dahulu. Perusahaan sehat pasti akan melahirkan karyawan-karyawan yang hebat pula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here