Workflow Management: Solusi Pengoptimalan Proses Bisnis di Perusahaan

Banyak orang tidak menyadari bahwa ia bekerja lebih lama dari jam kerja yang ditetapkan perusahaan. Proses kerja yang tidak optimal di kantor membuat kamu masih harus mengurus email dan pekerjaan lainnya di luar jam kerja. Kebiasaan memeriksa urusan pekerjaan di luar jam kerja membuat workflow management menjadi prinsip penting yang wajib diterapkan.

Apa yang Dimaksud dengan Workflow Management?

Workflow management dapat diartikan sebagai solusi untuk mengoptimalkan proses bisnis di suatu perusahaan. Setiap perusahaan pasti memiliki workflow management yang berbeda-beda. Namun, beberapa prinsip dasar ini wajib diterapkan demi proses bisnis yang lebih efektif:

Menerapkan Manajemen Risiko

Manajemen risiko merupakan hal mendasar yang dibutuhkan untuk meminimalkan berbagai hal negatif yang mengganggu proses bisnis. Risiko bisnis bisa terjadi akibat faktor manusia, kerusakan mesin, gangguan eksternal, dan hal-hal tak terduga lainnya.

Oleh sebab itu, sebaiknya ada pihak yang bertindak langsung sebagai pengelola manajemen risiko di perusahaan. Sehingga setiap risiko bisa diprediksi secara akurat dan dicegah demi menjaga kelancaran bisnis.

Membuat Proses Bisnis yang Lebih Efisien

Banyak hal kecil yang harus diperhatikan untuk membuat proses bisnis jadi lebih efisien. Salah satu yang paling sederhana adalah tata letak mesin-mesin produksi. Workflow management mengharuskan perusahaan untuk memangkas aktivitas yang tidak dibutuhkan. Langkah ini akan membantu meminimalkan kesalahan secara signifikan dan berdampak besar pada kelancaran proses bisnis.

Baca Juga: Teknik Kanban: Cara Mengoptimalkan Proses Produksi dalam Bisnis

Memfasilitasi Kemudahan Akses Informasi

Jangan lupa bahwa akses informasi juga turut menunjang kelancaran bisnis di perusahaan. Inilah yang membuat perusahaan harus cermat memfasilitas kemudahan akses informasi bagi semua pihak yang ada di dalamnya.

Bila hambatan akses informasi bisa diminimalkan, kemungkinan besar proses bisnis akan selalu berlangsung lancar. Tentu saja setiap akses informasi harus dibatasi dengan otoritas tertentu yang ditetapkan berdasarkan wewenang di perusahaan.

Mengatasi Bottle Neck Secara Tepat

Dalam menerapkan workflow management, suatu perusahaan harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai bottle neck (hambatan). Sehingga bottle neck tersebut bisa lekas diatasi demi memperlancar proses bisnis secara keseluruhan.

Koordinasi antartim dalam perusahaan patut dilakukan secara berkesinambungan demi mengatasi bottle neck dan mencegah hambatan-hambatan lainnya yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Apakah selama ini perusahaan tempat kamu bekerja sudah menerapkan workflow management secara efektif?

Bila belum, mungkin sudah saatnya kamu yang memprakarsai hal tersebut untuk mewujudkan proses bisnis yang lancar dan efisien. Nanti, urusan pekerjaan yang selesai tepat waktu tak akan membebani kamu di luar jam kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here