Sering Disebut sebagai Pendengar yang Buruk? Bisa Jadi, Ini Alasannya

Di dunia yang mengedepankan ego dan kompetisi, mungkin terdengar aneh bahwa jalan menuju sukses adalah dengan membuat orang di sekitar Anda juga sukses. Untuk membuat orang lain sukses, Anda harus memiliki kemampuan mendengarkan yang baik.

Eits, mendengarkan tidak sekadar mendengarkan ya, namun bisa memberikan tanggapan atau arahan atas apa yang diungkapkan orang tersebut.

Nah, tak sedikit orang mendapatkan label sebagai pendengar yang buruk. Apakah Anda salah satunya? Mungkin inilah penyebab Anda mendapatkan label tersebut.

Anda Punya Hasrat Alami Berbicara Tanpa Henti

Kebanyakan orang ingin memberikan kesan baik di mata orang lain. Cara termudah adalah dengan berbagi apa yang ada di benak. Bila ini yang Anda lakukan, wajar saja Anda dicap sebagai pendengar yang buruk karena Anda selalu memikirkan respon yang tepat saat mendengarkan seseorang berbicara.

Padahal, berpikir dan mendengarkan bukanlah hal yang mudah dilakukan secara bersamaan. Alhasil, Anda bisa saja gagal menangkap isi pembicaraan orang lain jika Anda terus menerus memikirkan apa yang harus Anda katakan.

Ketika Anda benar-benar mendengarkan, Anda akan mampu menciptakan pertanyaan-pertanyaan yang berkualitas untuk bisa secara alamiah meneruskan percakapan itu. Anda tak perlu memikirkan sebelumnya apa yang harus Anda tanyakan atau katakan.

Anda Menghakimi Orang Lain

Sadar atau tidak seseorang akan menilai dan menghakimi perbuatan dan perkataan orang lain. Ketika ada seseorang yang Anda rasa salah atau keliru, sangat mudah untuk mengabaikan input dari mereka.

Ketidaksetujuan Anda dengan apa yang dikatakan orang lain bisa menjadikan Anda sebagai pendengar yang buruk. Jika Anda menghakimi seseorang dan menganggap bahwa opininya tidak patut dipertimbangkan, maka Anda akan berhenti mendengarkan.

Baca Juga: Cara Terbaik Untuk Menyelesaikan Konflik Dalam Tim Secara Profesional

Oleh karena itu, selalu pertimbangkan dengan baik pikiran dan aksi orang lain. Bukannya menghakimi, tapi dengarkanlah mereka. Mungkin ada yang Anda lewatkan.

Anda Memiliki Pandangan yang Bias

Jika Anda memiliki prekonsepsi dan bias mengenai seseorang, maka Anda akan menjadi pendengar yang buruk. Misalnya, jika Anda tahu bahwa orang yang berbicara dengan Anda bukanlah ahli di bidang pembicaraan, maka Anda akan cenderung untuk tidak mendengarkannya karena Anda yakin orang tersebut tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.

Sama dengan berusaha berhenti menghakimi orang lain, Anda harus mengurangi filter yang Anda ciptakan karena bias Anda. Agar tidak jadi pendengar yang buruk, berfokuslah pada potensi manfaat positif dari percakapan tersebut yang hanya bisa terjadi jika Anda benar-benar mendengarkan.

Anda Berusaha Melakukan Multitasking

Otak kita tidak bisa menerima berbagai sumber informasi sekaligus, dan berusaha melakukan multitasking hanya akan membuat kemampuan Anda untuk mendengarkan jadi berkurang. Jadi, jangan berusaha melakukan aktivitas sekaligus saat Anda mendengarkan.

Ketika Anda melakukan panggilan konferensi, jangan membuka tab lain atau menjawab pesan instan di ponsel meskipun Anda merasa bisa melakukannya.

Korteks depan otak Anda memproses apa yang Anda dengar, tetapi berurutan dan tidak bersamaan. Ketika Anda ingin mendengarkan seseorang, Anda harus berhenti melakukan aktivitas lain mana pun dan berusaha berfokus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here