Mengapa Masih Ada Mahasiswa yang Melakukan Magang Fiktif?

Sumber : Career Addict

Anda merasa familiar dengan istilah magang fiktif?

Istilah ini memang tidak terlalu populer di dunia kerja. Kenyataannya, banyak mahasiswa yang melakukan magang fiktif karena tak berkesempatan mendapatkan tempat magang. Sehingga mahasiswa memanipulasi urusan administrasi dan data-data yang dikumpulkan selama magang.

Mengapa masih ada mahasiswa yang melakukan magang fiktif? Beberapa hal inilah yang jadi alasannya:

Tidak Punya Persiapan Matang

Sumber : Schools Training

Agar bisa memperoleh tempat magang berkualitas, tentu saja mahasiswa wajib melakukan persiapan matang. Selain menyiapkan Curriculum Vitae (CV), resume, dan surat lamaran kerja, mahasiswa pun harus memiliki pengetahuan memadai tentang dunia kerja. Mempelajari prinsip-prinsip dasar dunia kerja akan membantu proses adaptasi berlangsung cepat.

Terlalu Selektif

Sumber : NY Falls

Selektif ketika memilih tempat magang sah-sah saja. Namun, terlalu selektif bisa meningkatkan risiko tidak mendapatkan tempat magang. Akibatnya mahasiswa terpaksa mengambil keputusan untuk melakukan magang fiktif.

Saat ini, ada banyak perusahaan yang membuka lowongan magang bagi mahasiswa. Ada perusahaan yang menyiapkan uang makan dan biaya transportasi, tetapi banyak juga yang tidak. Jangan hanya fokus pada imbalan ketika mencari tempat magang. Mahasiswa wajib memprioritaskan penyelesaian tugas magang daripada upah yang besar.

Sibuk dengan Pekerjaan

Sumber : Irish Times

Tak sedikit mahasiswa yang menempuh pendidikan sambil bekerja. Kesibukan kerja yang terlalu padat bisa membuat mahasiswa lalai menyelesaikan kewajiban magang. Apalagi bila bidang pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan kuliah. Alih-alih mencari tempat magang atau topik yang sesuai untuk dibahas, mahasiswa yang sibuk bekerja lebih sering menjalani magang fiktif. Karena perusahaannya pun pasti tak sulit dimintai bantuan untuk urusan administrasi magang.

Malas Mencari Tempat Magang

Sumber : Drake In The Morning

Masalah yang satu ini juga rentan memicu magang fiktif. Mahasiswa yang merasa sibuk dengan urusan kuliah kerap menggampangkan urusan magang. Hingga akhirnya waktu magang semakin sempit sedangkan perusahaan yang tepat belum juga ditemukan. Agar tidak gagal pada mata kuliah magang, kemungkinan besar mahasiswa tersebut memilih magang fiktif. Sehingga mahasiswa tersebut tidak berhasil mendapatkan esensi magang yang penting untuk persiapan karier di dunia kerja.

Meskipun pihak universitas tidak mengetahui perilaku magang fiktif, tetap saja hal tersebut merugikan mahasiswa yang melakukannya. Sebab magang merupakan proses yang penting sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja. Mahasiswa yang berhasil menyelesaikan magang dengan baik sudah memiliki persiapan penting untuk berkompetisi di dunia kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here