Mengapa Saya Dianggap Seperti ‘Anak Bawang’ di Perusahaan?

Sumber: http://nypost.com/2017/06/11/toxic-coworkers-may-actually-be-harmful-to-your-health/

Hari-hari pertama bekerja tentu menjadi momen tersendiri bagi seorang karyawan. Di hari pertama bekerja, tentu ada banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti kesalahan-kesalahan yang seharusnya dihindari, tata aturan dan etika selama bekerja serta hak dan tanggung jawab seorang pegawai. Awal bekerja, pasti kita akan merasakan seperti ‘anak bawang’ di perusahaan. Apa alasan pegawai baru sering diperlakukan bak ‘anak bawang’? Bagaimana ya cara menghadapi situasi seperti ini?

Mengapa Saya Dianggap Seperti ‘Anak Bawang’ di Perusahaan?

Adaptasi dengan Anggota Baru

Sumber: https://clevercontrol.com/stranger-within-work-team-adaptation/

Alasan utama mengapa karyawan baru dianggap seperti anak bawang adalah karena karyawan lama lainnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan anggota baru tersebut. Layaknya kita menumpang untuk tinggal di rumah orang lain, tentu kita sebagai tamu harus sopan dan mengikuti seluruh aturan yang ada di rumah orang tersebut.

Agar kamu tak dicap anak bawang terus menerus, maka berlakulah sopan dan tunjukkan etika baik di depan semua karyawan yang ada. Carilah teman sebanyak mungkin dan kumpulkan informasi-informasi yang terkait dengan perusahaan tempatmu bekerja.

 

Fresh Graduate vs Karyawan Berpengalaman

Sumber: https://philnews.ph/2017/03/16/top-paying-jobs-waiting-fresh-graduates/

Jika melihat lebih dalam, maka ada perlakuan yang berbeda dengan karyawan baru yang fresh graduate dan karyawan baru yang sudah berpengalaman. Jika Anda adalah fresh graduate, maka kecenderungan untuk dianggap anak bawang tentu lebih besar.

Namun, jika Anda adalah karyawan yang sudah memiliki pengalaman di perusahaan lain, maka Anda akan disegani karena potensi. Terlebih lagi bila Anda adalah karyawan yang pindah dari kota besar ke kota kecil atau daerah-daerah lainnya.

 

Daya Saing Tinggi

Sumber: https://www.franchisemarketingsystems.com/blog/your-franchises-competitive-advantage/

Kehadiran anggota baru di sebuah perusahaan tentu memberikan warna tersendiri bagi perusahaan, salah satunya yakni daya saing yang akan semakin meningkat. Jangan takut meskipun Anda dianggap seperti anak bawang di perusahaan Anda. Justru hal tersebut harus jadi pemacu agar Anda bisa belajar banyak dan mengembangkan kemampuan Anda.

Dengan daya saing yang tinggi, Anda juga bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk belajar banyak dari orang-orang yang kemampuannya melebihi Anda loh. Jangan pelit untuk berbagi informasi kepada orang lain ya.

 

Ritme Kerja yang Dinamis

Sumber: https://www.shutterstock.com/video/clip-4493552-stock-footage-open-business-office-with-busy-staff-members-high-quality-hd-video-footage.html

Umumnya, perusahaan-perusahaan yang memiliki ritme kerja yang tinggi dan dinamis adalah perusahaan yang bertitik fokus di lapangan atau perusahaan konsultan yang menangani perusahaan lainnya sebagai klien. Jam kerja yang secara praktik tidak menentu, pekerjaan yang padat dan bertumpuk sudah menjadi pemandangan yang umum.

Lalu, mengapa Anda bisa dianggap seperti anak bawang? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, karena kesibukan yang sangat tinggi maka Anda dituntut untuk mampu beradaptasi sendiri dengan lingkungan baru. Anda dianggap sebagai pihak yang membutuhkan ilmu baru, jadi Anda lah yang harus berinisiatif. Kedua, Anda dianggap sebagai karyawan yang belum terbiasa dengan tingginya tekanan pekerjaan di perusahaan tersebut.

 

Untuk Anda yang kurang senang dianggap seperti anak bawang di perusahaan, maka ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Pertama, perbanyak teman dan relasi sehingga Anda dapat membuka banyak ruang dan kesempatan di tempat baru. Kedua, jangan baru mulai bekerja hanya karena diberikan tugas. Namun, berinisiatiflah untuk belajar hal-hal baru yang orang lain bisa kerjakan. Ketiga, tetap rendah hati. Seberapa hebatnya Anda, jika Anda berada di lingkungan yang baru maka tetaplah rendah hati dan sopan kepada semua orang. Tunjukkan rasa hormat Anda kepada semua orang di perusahaan tersebut.

 

Sudah siap untuk tidak lagi dianggap seperti anak bawang di perusahaan?