Diskriminasi Gender di Kantor dan Cara Tepat Mengatasinya

Diskriminasi gender kerap ditemui di kantor meskipun zaman sudah semakin berkembang. Beberapa perusahaan yang masih melakukan hal ini hanya akan menghidupkan lingkungan kerja kurang sehat.

Lalu, apa yang harus dilakukan perusahaan agar diskriminasi gender tidak terjadi?

Secara tidak langsung, terkadang diskriminasi gender tanpa sadar dilakukan. Munculnya kesenjangan antara karyawan laki-laki dan perempuan dapat menjadi pemicunya. Misalnya, masalah promosi jabatan yang terkesan lebih mudah didapatkan karyawan laki-laki daripada perempuan.

Awalnya kebiasaan ini mungkin tidak menimbulkan masalah besar. Namun, lama-kelamaan bisa juga merembet ke hal-hal sepele lainnya. Contohnya, pemimpin atau leader dalam tim kecil di kantor akan lebih sering diisi oleh laki-laki daripada perempuan.

Patahkan Stigma Diskriminasi Gender Lewat Hasil Kerja

Jika seseorang terjebak dalam kondisi kantor yang penuh dengan diskriminasi tersebut, satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah melawannya. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menunjukkan hasil kerja paling maksimal. Buktikan bahwa kinerja terbaik dapat diperoleh siapa pun, tanpa memandang gender.

Usaha mematahkan stigma perihal gender ini dapat meningkatkan respek perusahaan terhadap karyawan perempuan. Percayalah, perempuan pasti juga punya kesempatan sama dengan laki-laki dalam hal pencapaian karier. Tidak ada kerja keras yang sia-sia selama dilakukan dengan hati tulus.

Baca Juga: 4 Sumber Stres Kerja yang Rentan Dialami oleh Karyawan

Sikap Atasan Menentukan Ada Tidaknya Diskriminasi di Kantor

Bagaimana pun juga, adanya diskriminasi gender tidak bisa lepas dari peran atasan. Respon atasan atas diskriminasi tersebut sangat menentukan pandangan orang-orang yang ada di bawahnya. Kalau atasan saja menganggap itu sebagai hal biasa, ya jangan heran kalau diskriminasi makin tumbuh subur.

Lain halnya dengan atasan yang justru memberikan kesempatan lebih luas bagi siapa pun yang mau berkembang tanpa perlu melihat gender. Jika ada kejadian yang berbau diskriminasi antara laki-laki dan perempuan, dia akan langsung turun tangan untuk menyelesaikannya. Jadi, sikap atasan sangat berpengaruh pada kebiasaan diskriminasi di kantor.

Segera Atasi Keluhan Diskriminasi Gender yang Muncul di Kantor

Jika karyawan menemukan adanya unsur diskriminasi antara karyawan laki-laki dan perempuan, dia berhak untuk menyampaikan keluhannya. Entah pada atasan langsung maupun HRD. Tugas atasan dan HRD adalah menampung keluhan dan mengatasi masalah tersebut.

Respon cepat dari atasan maupun HRD dapat mematahkan diskriminasi lebih cepat. Namun, kalau keluhan hanya dianggap angin lalu, bisa jadi kejadian yang sama terulang. Masalah seperti ini memang butuh perhatian besar baik dari atasan maupun HRD.

Semoga kejadian diskriminasi gender tidak lagi banyak terjadi di kantor ya. Ingat, setiap karyawan berhak untuk berkembang dan punya karier yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here