Hiperpigmentasi Kulit, Kenapa Terjadi dan Bagaimana Mengatasinya?

Masalah hiperpigmentasi kulit atau munculnya noda gelap di wajah bisa mengganggu penampilan. Produksi melanin yang berlebihan menjadi salah satu penyebab terjadinya hiperpigmentasi di beberapa bagian wajah. Faktor paparan sinar matahari, perubahan hormon, jerawat dan peradangan juga bisa memperparah keadaan.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit?

Bagaimana Hiperpigmentasi Kulit Memengaruhi Rona Warna Kulit Wajah?

Hiperpigmentasi kulit adalah masalah yang perlu perawatan serius. Namun, kamu perlu tahu beberapa poin penting berikut ini:

  • Orang-orang dengan kulit warna lebih gelap secara alami lebih rentan terhadap noda gelap. Kulit telah terlebih dulu membuat melanin yang membuat kulit berwarna lebih gelap. Ketika hormon atau trauma memicu peningkatan hormon melanin, kamu bisa lebih rentan terhadap hiperpigmentasi kulit.
  • Lebih sulit untuk mengatasi noda gelap pada rona warna kulit lebih gelap. Jadi, pastikan untuk tidak mengiritasi atau membuat kulit meradang pada titik penyebab hiperpigmentasi setelah inflamasi.
  • Orang yang memiliki kulit warna lebih terang memiliki keterbatasan lebih sedikit dalam hal perawatan hiperpigmentasi mengingat risiko untuk memproduksi secara berlebih menjadi berkurang secara signifikan. Namun, kulit berwarna terang lebih mungkin membentuk bintik gelap karena kerusakan akibat sinar matahari.

Baca Juga: Bahan Bakuchiol: Alternatif Retinol Terbaru untuk Anti Penuaan Dini

Cara Terbaik Mengatasi Hiperpigmentasi Kulit

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi kulit. Selain dengan menjaga kebersihan diri, ada beberapa bahan alami yang bisa kamu gunakan, yaitu,

  • Vitamin C. Ini adalah bahan dualitas yang luar biasa karena miliki sifat untuk mencerahkan dan mengencangkan kulit, sekaligus dapat membantu mencerahkan pigmentasi kulit yang kamu miliki dan mencegah noda gelap dan sunspot dari pembentukannya di masa yang akan datang. Vitamin C juga dapat mengurangi aktivitas enzim yang memicu produksi pigmen, tetapi juga mengatasi perubahan warna kulit yang terjadi.
  • Kojic acid. Ini adalah bahan alami yang bersifat asam yang dapat menghambat dan mencegah pembentukan tirosin, menurunkan produksi melanin, serta efektif untuk mencerahkan noda gelap serta hiperpitmentasi kulit wajah.
  • Arbutin. Secara alami, arbutin diturunkan dari bearberry dan bahan ini dikenal memiliki sifat sebagai pencerah kulit yang kuat. Bila ditelaah lebih lanjut, arbutin adalah turunan alami dari hidroquinon dan dipercaya sebagai salah satu alternatif terbaik untuk hidroquinon karena dapat memberi efek sebagai pencerah kulit seperti halnya hidroquinon tanpa menimbulkan risiko apapun. Seperti halnya kojic acid, arbutin juga dapat menghambat tirosin.
  • Lactic. Lactic acid secara alami diturunkan dari susu, tetapi juga diproduksi secara alami dalam tubuh. Manfaat lactic acid pun cukup beragam, mulai dari melonggarkan ikatan sel antara sel-sel epidermis secara lembut hingga dapat melakukan eksfoliasi permukaan kulit. Bahan ini juga memungkinkan peningkatan penetrasi vitamin C. Kabar baik lainnya, lactic acid dapat menghidrasi kulit secara alami, mengurangi kehilangan air trans-epidermal melalui stimulasi ceramide.

Perawatan Tambahan Mengatasi Hiperpigmentasi Kulit

Dalam kombinasi dengan perawatan menggunakan serum, kamu juga bisa menambahkan eksfolian yang lembut dalam perawatan rutin untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit.

Bahan ini dapat membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit hingga memungkinkan produk kosmetik yang kamu pakai dapat meresap sempurna ke dalam kulit.

Tidak hanya itu, untuk bisa mengatasi hiperpigmentasi kulit secara menyeluruh, kamu juga dianjurkan untuk mengaplikasikan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi pada bagian kulit yang terpapar sinar matahari, dan selalu re-apply secara teratur, terutama setelah kulit basah atau karena berkeringat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here