Kerja Emosional Bikin Anda Mesti Cermat Menghadapi Diri Sendiri

Bekerja adalah aktivitas yang identik dengan kemampuan hard skill. Padahal, pengelolaan soft skill juga tak kalah penting saat bekerja. Terutama jika profesi Anda erat kaitannya dengan kerja emosional (emotional labor). Anda harus cermat menghadapi diri sendiri dan orang lain agar pekerjaan bisa diselesaikan secara lancar.

Apa yang dimaksud dengan kerja emosional?

Pekerjaan apa saja yang erat kaitannya dengan pengelolaan emosional?

Menyelami Istilah Kerja Emosional

Istilah kerja emosional pertama kali dicetuskan oleh seorang sosiolog bernama Arlie Hochschild. Secara harfiah, istilah tersebut digunakan untuk mendefinisikan kondisi pekerja yang wajib menunjukkan emosi tertentu selama bekerja.

Karyawan kantoran ternyata merupakan pekerja yang lebih fleksibel untuk urusan emosional. Meskipun harus menahan kesal terhadap atasan atau rekan kerja, setidaknya karyawan kantoran masih bisa mengekspresikan rasa bad mood dengan berbagai cara. Namun, tidak demikian halnya dengan profesi lain yang sangat melibatkan urusan emosional.

Pekerjaan Apa Saja yang Identik dengan Kerja Emosional?

Beberapa pekerjaan yang identik dengan kerja emosional antara lain, yaitu,

Staf Customer Service

Pekerjaan ini menuntut Anda untuk selalu menghadapi pelanggan dengan sikap ramah dan sopan. Senyum, sapa, dan salam adalah bagian dari Standar Operation Procedure (SOP) yang harus dilakukan staf customer service.

Guru

Seorang guru harus mampu bersikap sabar dan bijaksana dalam menghadapi siswa dan wali siswa. Kemampuan untuk mengelola emosi dan membimbing siswa adalah kunci sukses seorang guru.

Pramugari

Hampir sama seperti staf customer service dan guru, pramugari juga diharuskan untuk bersikap ramah, sopan, dan murah senyum. Suasana hati pribadi tidak boleh mempengaruhi sikap pramugrari ketika bekerja.

Debt Collector

Pekerjaan yang satu ini identik dengan sikap agresif dan gahar. Para debt collector harus memiliki ketegasan terhadap debitur yang dihadapinya. Sikap tersebut dimaksudkan untuk memberi efek jera dan membuat debitur lekas melunasi utang.

Baca Juga: Kenapa Soft Skill Sangat Dibutuhkan untuk Kenaikan Jenjang Karier?

Beban Kerja Berat yang Berujung pada Kelelahan

Kerja emosional yang mewajibkan emosi tertentu merupakan beban kerja berat bagi semua orang. Tak mengherankan bila beban kerja tersebut bisa menyebabkan penurunan kondisi fisik dan psikis yang hebat. Pasalnya, para pekerja tidak dapat mengekspresikan emosi aslinya selama bekerja.

Hal ini membuat para pekerja yang melakukan manipulasi emosional membutuhkan reward yang lebih banyak, misalnya gaji besar, liburan secara teratur, dan fasilitas yang memadai.

Apakah bidang pekerjaan Anda termasuk kerja emosional?

Semoga hal tersebut membuat Anda berkembang menjadi pribadi yang lebih sabar dan bijaksana. Kalau Anda selalu bahagia, rutinitas pekerjaan pun tak terasa berat.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here