Rekan Kerja Sering Curhat, Bagaimana Menghadapinya?

Curhat ke rekan kerja boleh-boleh saja dilakukan. Apalagi kalau itu soal pekerjaan. Meski demikan, tidak jarang persoalan pribadi juga ikut dibicarakan. Baik dengan atasan maupun dengan rekan kerja yang lain. Tapi, kalau rekan kerja sudah terlalu sering curhat, kamu tentu serba salah menghadapinya bukan?

Menghadapi rekan kerja yang gemar curhat itu gampang-gampang susah. Kalau ditanggapi, rekan kerjamu akan semakin sering mengutarakan isi hatinya. Hal ini jadi merepotkan kalau kamu harus menyelesaikan pekerjaan. Kamu tentunya jadi tidak punya waktu untuk mendengarkan curhatannya.

Sementara, kalau tidak ditanggapi, rekan kerjamu bisa menganggap kamu tidak peduli atau sombong. Hal ini juga tentunya merugikan. Nah, bagaimana sih sebaiknya menghadapi rekan kerja yang sering curhat?

Memerhatikan Batasan dan Situasi di Kantor

Selain karena keterbatasan waktu, kamu bisa jadi kikuk sendiri kalau isi curhatan rekan kerjamu bersifat terlalu pribadi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mendengarkan curhatan rekan kerja, ada baiknya kamu bertanya pada diri sendiri. Apakah saya boleh membicarakan hal ini dengan rekan kerja? Kalau kamu merasa hal itu tidak boleh dibicarakan, maka sebaiknya kamu menolak membahasnya dengan rekan kerja.

Selain itu, perhatikan pula batasan atau situasi dan kondisi di kantor. Pasalnya, ada hal-hal yang sebaiknya tidak dibicarakan. Baik itu mengenai pekerjaan maupun mengenai pribadi karyawan, karena sifatnya yang rahasia atau pribadi. Bisa juga karena belum saatnya dibicarakan.

Baca Juga: Jenuh dengan Obrolan Gosip Kantor? Begini Cara Menghindarinya!

Mengalihkan Pembicaraan

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tidak menanggapi rekan kerja yang sering curhat. Salah satunya yaitu dengan mengalihkan pembicaraan. Kalau kamu merasa rekan kerja akan curhat, cobalah untuk mengajaknya membahas hal seputar pekerjaan atau hal lainnya.

Kalau kamu merasa tidak bisa menanggapinya karena keterbatasan waktu, kamu bisa memintanya untuk membahasnya di lain waktu. Sebutkan pula kapan kamu bisa mendengarkan curhatannya.

Menolak Mendengarkan Rekan Kerja yang Sering Curhat

Terkadang seseorang tidak sadar dirinya sedang mencurahkan isi hatinya pada orang lain. Di sisi lain, meski isi curhatan tidak layak untuk dibahas, tidak jarang seseorang menghiraukannya. Salah satu sebabnya karena ia sudah percaya pada lawan bicaranya.

Bagaimanapun situasinya, kamu tetap harus menolak mendengarkan curhatannya kalau kamu merasa sudah terganggu. Namun lakukan ini dengan bijak. Pasalnya, kalau rekan kerjamu bersedia menceritakan masalahnya, berarti ia sudah memberikan kepercayaannya. Cobalah memulai penolakan dengan mengucapkan terima kasih karena sudah bersedia menceritakan masalahnya.

Mencurahkan isi hati merupakan bagian dari aktivitas saling berbagi. Dengan saling berbagi tentunya ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan. Di sisi lain, kamu juga harus tetap nyaman bekerja meski punya rekan kerja yang sering curhat. Untuk itu, beberapa tips di atas bisa kamu terapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here